Tulis dalil naqli tentang kewajiban Hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru

By On Saturday, September 10th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Tulis dalil naqli tentang kewajiban Hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru – Hi bapak dan ibu semua, Terima Kasih sudah berkunjung ke situs situspanda dotcom ini. Saat ini, kami di web site situspanda akan share tanya jawab yang cool tentang Tulis dalil naqli tentang kewajiban Hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru. Ayo tante dan om boleh cek yang dibawah ini:

Dalam kitab shahihain oleh Abu Hurairah, ada laki-laki bertanya kepada Nabi : “Rasulullah, siapa diantara manusia yang harus aku pergauli dengan sebaik-baiknya?” Rasulullah menjawab, “Ibumu” Ia bertanya lagi : “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab kemudian : “Ibumu” Laki-laki mengulangi pertanyannya : “Lalu siapa lagi?” Nabi kembali menjawab : “Ibumu” Ia pun mengulangi pertanyaannya kembali : “Lalu siapa?” Rasulullah menjawan : “Bapakmu”. Dari kisah tersebut, sudah sangat jelas bukan, bahwa perintah untuk berbakti kepada orang tua terutama ibu telah diperintahkan sejak dulu oleh Rasulullah. Sebab banyak sekali perjuangan mereka yang tidak bisa kita balas walaupun dengan bumi dan isinya.

Dari sejak dalam kandungan, ibu sudah berjuang keras menjaga kita semasa di dalam kandungan. Menjadikan kita manusia sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam  dengan fungsi agama . Ibu akan rela melakukan apa saja demi membuat anaknyamendapatkan perlindungan dan kasih sayang yang terbaik. Sedangkan sang bapak, berusaha keras untuk mencari nafkah semata-mata untuk memberi makan dan mencukupi segala kebutuhan si anak. Sehingga berbakti kepada orang tua adalah balasan yang harus kita lakukan demi membahagiakan orang tua.

Berbakti kepada orang tua bukanlah hal berat seperti yang dilakukan oleh orang tua kita. Kita hanya perlu untuk selalu bertutur kata dengan lemah lembut serta hormat kepada mereka. Berbakti juga tidak hanya dengan perkataan, namun juga dengan perbuatan yakni dengan membantu dan mempermudah urusan orang tua serta tak pernah membantah apabila disuruh oleh mereka.

Sedangkan berbakti dengan harta adalah memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh orang tua kita. seperti kita ketahui, saat mencapai usia lanjut, orang tua akan mengalami kelemahan badan dan pikiran sehingga terkadang mereka sangan menyusahkan.

Dalam keadaan tersebut, Allah dengan tegas melarang untuk membentak orang tua meskipun dengan perkataan yang ringan. Kita harus tetap bertutur kata dan melayaninya dengan baik. Begitu pula ketika mereka meninggal, kebaikan kita terhadap orang tua, kita tunjukkan dengan selalu mendoakannya.

Dalil-Dalil Berbakti Kepada Orang Tua

“Dan Rabb-mu menyuruh manusia untuk beribadah kepada-Nya dan selali berbuat baik keada orang tua. Jika salah satu atau keduanya berusia lanjut. Maka jangan mengatakan ‘ah’ dan membentaknya” (Al-Isra’ : 23)

“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang baik dan rendahkan dirimu dengann penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangi keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil” (Al-Isra’ : 24)

“Dan sembah Allah serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, lalu berbuat baik kepada orang tua”

“Dan Kami memerintah kepada manusia untuk berbakti kepada prang tua, ibu yang telah mengandung dalam keadaa lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kalian kepada Ku dan kepada orang tua. Hanya kepada-Ke lah kamu kembali.” (Luqman : 14)

“Dan apabila keduanya memaksa mempersekutukan sesuatu dengaan Aku yang  tidak ada pengetahuaanya, maka jangan kamu mengikutinya. Pergaulilah keduanya dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku, hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabrakn apa yang kamu kerjakan.” (Luqman : 15)

“Dan Kami memerintah manusia untuk melakukan kebaikan pada orang tua. Jika orang tua mempersekutukan Ku tanpa ilmu yang jelas, jangan ikuti mereka.”

“Kami memerintah manusia untuk berbuat baik kepada ibu dan bapak, ibu yang mengandung dan melahirkan dengan susah payah. Mengandung hingga menyapihny selaa tiga puluh bulan hingga ia menjadi dewasa, saat ia berumur empat puluh thaun, ia berdoa “Ya Rabb-ku tunjukilah aku dalam mensyukuri nikmay yang Engkau beirkan kepadaku dan orang tuaku supaya aku dapat mengerjakna amal shalih, berilah kebaikan kepadaku dan anak cucuku. Sesunggunya aku bertubat dan termasuk dalam orang yang berserah diri.” (Al-Ahqaaf :15)

“Mereka Kami terima karena amal baik yang dikerjakan dan kesalahan mereka diampuni sebagaimana janji yang dijanjikan kepada mereka.” (Al-Ahqaaf : 16)

“Dan orang yang berkata Cis (ah) bgai keduanya, apahan keduanya memperingaykan kepadaku bahwa aku dibangkitkan, padahal telah berlalu umat sebelumku? Lalu kedua ornag tua meminta pertologan pads Allah dan berkata “Celaka kamu, berimanlah! Janji Allah benar” lalu dia berkata, :Ini tak lain hanya dongengan orang terdahulu.” (Al-Ahqaaf : 17)

“Mereka bertanya kepada Muhammada tentang yang diinfakkan. Jawablah, “Harta yang kamu nafkahkan sebaiknya diberika kepada ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan. Apa saja kebajikan yang diperbua, Allah Maha Mengetahui.

“Wahai Rasulullah, apa masih ada cara berbakti kepada orang tua setelah meninggal?”beliau menjawab, “ Ya, dengan mendoakan, meminta ampun untuknya, melaksanakan wasiatnya, menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali jalan mereka dan memuliakan teman-temannya.”

  1. Kitab Shahihain dari Asma’ binti Abu Bakar ra

Dalam kitab ini dijelaskan bahwa ketika itu Abu Bakar ra bertanya kepada Rasulullah mengenai ibunya yang musyrik, namun ingin mneyambung silaturahmi dengannya.

“Wahai Rasulullah, ibuku datang dan ingin menyambung hubungan dengan putriku, apakah aku boleh menyambung hubungan kembali dengan ibuku?” Rasulullah menjawab “Ya, sambunglah”

  1. Shahihahin dari Abdullah bin Mas’ud

“Aku bertanya kepada Nabi : “Amalan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Shalat paada waktunya.” Aku bertanya lagi: “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada ornag tua.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab lagi, “Berjihad di jalan Allah.”

Seseorang berkata kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, aku ingin berjihad namun aku tak mampu melakukannya.” Beliau menjawab: “Apakah orang tuamu masih ada?” Ia menjawab, “Ya, ibuku.” Beliau bersabda: “Temui Allah dalam keadana berbakti kepada orang tua, apabila engkau melakukannya, sama artinya engkau telah melakukan haji, umrah dan jihad.”

Cara Berbakti Kepada Orang tua

Berikut adalah hal-hal yang harus kita lakukan untuk berbuat baik kepada orang tua :

  1. Meminta sesuatu sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan mereka
  2. Tidak menunjukkan wajah kesal jika keinginannnya tidak dipenuh oleh kedua orang tua
  3. Membantu keduanya untuk mengerjakan sesuatu tanpa mereka perintah
  4. Tidak bertengkar dengan sesama sudara dengan suara keras, saling membentak sampai berkelahi sebab hal ini akan menyakiti orang tua
  5. Menolak mengerjakan sesuatu yang diperintah oleh orang tua dengan suara penolakan yang keras dan wajah ketus masam
  6. Tidak menggunakan barang orang tua tanpa seizinnya
  7. Tidak duduk di tempat yang lebih tinggi dari orang tua
  8. Tidak bersuara keras, apalagi mengucapkan “ah” saja sudah dilarangoleh Allah
  9. Tidak bersikap sombong kepada orsng tua
  10. Tidak membiarkan orang tua dalam kesulitan dan kemiskinan
  11. Tidak menelantarkan orang tua sendirian di rumah
  12. Selalu sediakan waktu untuk rajin bersilaturahmi dan menengok orang tua
  13. Selalu mendo’akan kebaikan kedua orang tua dengan memohon rahmat dan ampunan kepada Allah SWT
  14. Selalu menyambung silaturahmi kerabat atau sahabat kedua ornag tua setelah wafatnya mereka
  15. Tidak membentak orang tua dengan suara keras

Demikian dalil berbakti kepada orang tua. Tingkatkan keimanan kita pada  Rukun Islam, Dasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman, semoga bermanfaat.

Jakarta

Dalil yang menjadi dasar perintah untuk menghormati guru pun sebetulnya dijelaskan dalam Al Quran. Hal ini setara dengan dasar perintah untuk menghormati kedua orang tua karena guru adalah orang tua bagi siswa selama di sekolah.

“Guru merupakan orang tua kita di sekolah. Guru banyak berjasa kepada kita karena guru mengajari banyak hal,” tulis laman Sumber Belajar Kemendikbud.

Lantas, surat apa yang menjadi landasan untuk menghormati guru dalam Islam?

Dalil yang menjadi dasar perintah untuk menghormati guru adalah surat Al Isra ayat 23. Hal ini diterangkan dalam buku Bunga Rampai Artikel Humaniora Kata Pencerah Jiwa yang ditulis oleh Fahrudin Eko Hardiyanto.

Buku tersebut mengatakan, surat Al Isra ayat 23 merupakan cerminan perkataan mulia yang ditujukan pada para guru di sekolah. Sekaligus, bentuk perilaku hormat dan taat kepada guru atas jasanya dalam memberi ilmu bagi para siswa.

“Perkataan yang mulia adalah perkaatan yang memberi penghargaan dan penghormatan kepada orang yang diajak bicara,” bunyi keterangan dari buku tersebut.

Adapun bunyi bacaan surat Al Isra ayat 23 dan terjemahannya yakni di antaranya,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Bacaan latin: wa qaḍā rabbuka allā ta’budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna ‘indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Buku tersebut juga menjelaskan, penerapan surat Al Isra ayat 23 tidak hanya berlaku bagi siswa. Namun, para guru juga dibebankan untuk menanamkan pendidikan karakter peserta didik, khususnya dalam hal sikap perkataan mulia.

“Guru sebagai pendidik hendaknya melakukan penguatan karakter ini dengan jalan menasihati, menegur, mengarahkan, membimbing, dan menjadikan dirinya sebagai contoh dalam bertutur kata yang lembut,” tulis keterangan dalam buku Bunga Rampai Artikel Humaniora Kata Pencerah Jiwa.

Untuk itu, ada banyak cara yang dapat dilakukan siswa dalam menghormati guru di sekolah. Mengutip Sumber Belajar Kemendikbud, berikut contoh perilaku yang dapat diterapkan siswa dalam rangka bersikap hormat dan patuh pada aturan guru.

8 Contoh Menghormati dan Mematuhi Guru di Sekolah

1. Bila guru sedang mengajar, duduklah dengan tertib dan simak dengan seksama agar materi yang disampaikan mudah dipahami

2. Tidak berbicara dengan guru dengan suara yang lebih tinggi dari suara guru

3. Bila berjumpa dengan guru maka ucapkan salam, mencium tangannya, dan membungkukkan sedikit badan

4. Bila mendapatkan tugas selalu dikerjakan dan dikumpulkan tepat pada waktunya

5. Selalu mematuhi peraturan sekolah

6. Meneladani tutur kata yang penuh dengan ketawadhuan dan kesopanannya

7. Melaksanakan arahan dan nasihatnya

8. Meneladani kebiasaan baik guru

Semoga detikers bisa memulai kebiasaan baik di sekolah setelah memahami dalil yang menjadi dasar perintah menghormati guru https://www.detik.com/tag/guru dalam surat Al Isra ayat 23, ya. Yuk, hormati gurumu!

Simak Video “KuTips: Tips Betah Baca Al-Qur’an Biar Khatam Pas Ramadan!

(rah/lus)

Kami berharap kiranya jawaban mengenai Tulis dalil naqli tentang kewajiban Hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru itu ada gunanya bagi Agan dan sista semua.

Siapa tahu kamu membutuhkan saran lainnya,teman dapat kontak saya via link contact us.

Tulis dalil naqli tentang kewajiban Hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru | admin | 4.5