Sholat subuh tapi belum tidur

By On Thursday, October 27th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Sholat subuh tapi belum tidur – Hi bapak dan ibu semua, Thanks dah mau datang ke web site situspanda dotcom ini. Sekarang, kami dari web situspanda dot com akan membagikan info yang menarik yang menampilkan tentang Sholat subuh tapi belum tidur. Silahkan sobs bisa cek yang berikut ini:

Sudah bangun saat azan Shubuh atau saat alarm berbunyi pada jam 4. Alarm diperhatikan, namun untuk dimatikan. Setelah itu, tidur dilanjutkan lagi hingga lewat dari waktu Shalat Shubuh.

Dari Abu Barzah Al Aslamiy, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR.
Bukhari no. 568 dan Muslim no. 647)

Muhammad Al Hishniy berkata, “Dimakruhkan tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang setelahnya kecuali untuk jika ada kebaikan seperti saling mengulang pelajaran atau mengatur urusan yang bermanfaat untuk agama dan masyarakat. Tidak dibedakan antara perkataan yang makruh dan mubah.” (Kifayatul Akhyar, hal. 125).

Apa hikmah sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang tidur sebelum Isya’?

Kata Muhammad Al Hishniy,
“Supaya tidak terus kebablasan dari waktu shalat.” Oleh karenanya Ibnu Shalah pun berkata, “Larangan tidur sebelum waktu shalat seperti itu berlaku pula untuk shalat lainnya.” (Idem)

Nah, itulah yang kita saksikan pada sebagian orang yang bangun Shubuh. Ia sudah mengatur jam bangunnya dengan weakernya pada jam 4 pagi. Ia pun sudah bangkit mematikan weaker atau alarmnya tersebut. Namun nafsu jelek mendorongnya untuk kembali mengambil selimut dan melanjutkan tidur. Akibat tidur ini
barangkali ia bangun ketika azan atau iqamah, baru beranjak pergi ke masjid. Namun tak sedikit yang biasa kebablasan sampai jam 6 pagi di mana sudah keluar dari waktu Shubuh. Saat itulah baru ia bangun dan mengerjakan shalat Shubuh. Wallahul musta’an.

Intinya, orang dalam kasus di atas sama saja bersengaja menunda shalat hingga keluar waktunya. Padahal diharamkan bagi seseorang mengakhirkan shalat seperti itu. Karena Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ
الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa’ : 103)

Orang yang bersengaja menunda shalat hingga keluar waktu terkena ancaman dalam ayat,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5)

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Maa’un:
4-5). Sa’ad bin Abi Waqash, Masyruq bin Al Ajda’ dan selainnya mengatakan, ”Orang tersebut adalah orang yang meninggalkan shalat sampai keluar waktunya.”

Jangan jadi orang yang malas dalam menunaikan shalat terutama shalat Shubuh. Orang munafik punya sifat malas dalam shalatnya sebagaimana disebut dalam ayat,

وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى

“Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54).

Ibnu
Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik. Shalat ‘Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi mereka karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu Shubuh adalah waktu nikmatnya tidur. (Fathul Bari, 2: 141)

Hanya Allah yang memberi taufik pada kita untuk memperhatikan setiap shalat.

Bahasan di atas sebagiannya dicuplik dari buku penulis “Kenapa Masih Enggan Shalat?” yang
diterbitkan oleh Pustaka Muslim Yogyakarta.

Disusun di malam hari, 9 Rajab 1435 H di Pesantren Darush Sholihin

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

🔍 Hadis Tentang Syukur,
Larangan Mendengarkan Musik, Dalil Tentang Syahadat, Kajian Net Terbaru Mp3

Jakarta

Berkenaan dengan hukum tidur setelah salat subuh memang masih membingungkan bagi sebagian umat muslim. Pasalnya, di sela-sela waktu tersebut biasanya dimanfaatkan untuk istirahat sejenak sebelum memulai aktivitas.

Sebenarnya, apa hukum tidur setelah subuh?

Tidur setelah subuh merupakan perbuatan dengan hukum taklifi yakni makruh, sesuai dengan kesepakatan jumhur
ulama yang diungkapkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah melalui laman Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII.

Definisi dari makruh sendiri adalah larangan terhadap suatu perbuatan atau sesuatu yang kurang direkomendasikan. Meskipun, larangan itu tidak bersifat pasti karena tidak ada dalil yang menunjukkan haramnya perbuatan tersebut.

Hal ini diamini oleh ulama asal Indonesia Buya Yahya. Ulama ini menyebut, tidur setelah subuh bukanlah perbuatan yang haram, melainkan makruh.
Sebab, dianggap sebagai waktu yang paling baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Tidak haram. Tidur habis salat subuh tidak haram. Ulama mengatakan itu makruh. Karena waktu itu adalah waktu kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi tidak haram, hanya makruh,” kata Buya Yahya dalam video dakwah melalui kanal YouTube resminya, Al Bahjah TV, yang dilihat detikcom pada Kamis, (9/12/2021).

Menurut ulama bernama lengkap Yahya Zainul Ma’arif ini, orang-orang yang menghabiskan
waktu usai subuhnya dengan tidur adalah orang yang merugi. Pasalnya, kegiatan tersebut hanya dinilai sia-sia dan dapat mempersempit rezeki untuknya.

“Ia akan kehilangan banyak hal, di antaranya rezeki. Rezekinya sempit,” ungkap dia.

Pernyataan Buya Yahya ini juga berlandaskan pada salah satu sabda Rasulullah SAW dalam riwayat sahabat Ibnu Abbas RA. Rasulullah bersabda,

إِذا صَلَّيْتُمُ الفَجْرَ فَلَا تَنامُوا عَن طَلَبِ أرزاقكم

Artinya: “Seusai shalat fajar
(subuh), janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki,” (HR Thabrani).

Berdasarkan penuturan Buya Yahya, Allah SWT bahkan menjanjikan menjanjikan kemudahan dan kelancaran rezeki bagi orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan Allah pada waktu subuh.

“Kalau kita perbanyak ibadah, menghidupkan waktu subuh hingga terbit matahari, di saat seperti itu Allah akan mudahkan kita mendapat
rezeki. Lebih mudah, lebih cepat dari pada orang yang dari pagi sudah berangkat ke pasar,” papar dia.

“Namun, bila pagi-pagi sudah harus ke pasar, jadikan perjalananmu ke pasar dengan Allah. Duduk di pasar sambil nunggu pelanggan sambil dzikir pada Allah. Yang penting jangan tidur,” lanjutnya lagi.

Berkenaan dengan kegiatan utama di waktu subuh juga telah diterangkan dalam salah satu firmanNya. Tepatnya dalam surat Ar Rum ayat 17 yang menyebutkan perintah Allah SWT untuk bertasbih di
waktu subuh. Berikut bunyi bacaannya,

فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

Artinya: “Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),”

Untuk itu, waktu setelah subuh lebih baik dihabiskan dengan berdzikir mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, dibandingkan tidur setelah subuh yang termasuk perbuatan makruh dalam hukum taklifi.

Simak
Video “Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat

[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Apakah boleh melaksanakan sholat subuh tapi belum tidur?

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Seusai shalat fajar (subuh), janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rizki” (HR Thabrani). Dan sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah di atas bahwa sampai-sampai menempatkan hukum tidur sehabis subuh sebagai makruh.

Apakah jam 5.00 masih bisa sholat subuh?

Sesuai dengan waktu seperti yang diterangkan UAS dalam video ini, jika seseorang terbangun pada pukul 5.30 WIB, UAS menganjurkan untuk tidak langsung mengerjakan shalat shubuh. Akan tetapi mengerjakan sholat sunnah qabliyah terlebih dahulu. Baru selanjutnya mengerjakan shalat subuh setelah iqamah.

Apakah jam 6.30 masih bisa shalat subuh?

Apakah pukul 06.00 atau 07.00 masih bisa salat Subuh? Melaksanakan salat Subuh pukul 06.00 atau 07.00 bisa saja, tetapi tentu pahalanya tidak sama dengan orang yang berusaha bangun dan melawan kemalasannya untuk salat Subuh. Baik ketiduran tidak sengaja atau sengaja, wajib bagi muslim untuk melaksanakan salat Subuh.

Apakah boleh sholat subuh jam 7 karena ketiduran?

Ketika melewatkan sholat subuh karena tertidur atau lupa, maka ini dianggap sebagai unsur ketidaksengajaan dan masih diperbolehkan. Artinya, orang tersebut tidak berdosa namun tetap harus menunaikan sholat subuh dengan mengqadla.

Saya berharap semoga solusi dari pertanyaan tentang Sholat subuh tapi belum tidur itu ada gunanya untuk tante dan om semua.

Bila tante dan om butuh bantuan lain,om dan tante boleh kirim pertanyaan kami via link kontak.

Sholat subuh tapi belum tidur | admin | 4.5