Sebutkan saluran-saluran mobilitas sosial vertikal

By On Saturday, November 26th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Sebutkan saluran-saluran mobilitas sosial vertikal – Hallo tante dan om semua, Met Datang di blog situspanda ini. Kali ini, kami di portal situspanda dot com pengen share pertnyaan sekaligus jawabannya yang keren yang menunjukkan pada anda tentang Sebutkan saluran-saluran mobilitas sosial vertikal. Ini dia Agan dan sista boleh lihat yang di bawah ini:

Mobilitas sosial dapat dilakukan melalui saluran-saluran sebagai berikut:
1. Angkatan Bersenjata atau Militer
Dalam keadaan perang, sistem yang berlaku dalam suatu negara adalah militerisme, sehingga prajurit yang berjasa akan memperoleh kenaikan pangkat atau memperoleh jabatan atau kedudukan yang lebih tinggi. Begitu pula seseorang yang tergabung dalam angkatan bersenjata biasanya ikut berjasa dalam membela nusa dan bangsa sehingga dengan jasa tersebut ia akan mendapat sejumlah penghargaan dan naik ke status yang lebih tinggi.

2. Lembaga Pendidikan

Baik formal maupun non formal pada umumnya menjadi saluran konkrit untuk mobilitas vertikal, sebagai contoh tamatan-tamatan dari lembaga pendidikan dapat menampilkan individu-individu yang menduduki jabatan-jabatan tertentu yang sesuai dengan ijazah atau STTB yang dimiliki. Jadi seorang warga masyarakat yang ingin mencapai lapisan sosial tinggi dalam masyarakat dapat melakukan melalui jalur sekolah.

3. Organisasi Politik

Dengan adanya organisasi politik seperti partai-partai politik dapat mengangkat anggota-anggotanya menduduki jabatan yang terhormat dalam masyarakat. Bahkan banyak di antara anggota-anggota partai politik yang profesional dan punya dedikasi yang tinggi serta loyal terhadap partainya, kemungkinan besar akan cepat mendapatkan status dalam partainya, bahkan mendapat peluang yang besar menjadi anggota dewan legislatif maupun eksekutif.

4. Lembaga Agama

Apapun mengajarkan bahwa manusia dalam keadaan sederajat. Atas dasar ini maka para tokoh agama berjuang keras meningkatkan ketaqwaan umatnya, sehingga mereka menyadari kedudukannya masing-masing. Mereka yang mempunyai kedudukan rendah berani bergaul dengan orang yang mempunyai kedudukan tinggi. Lembaga agama ini dapat digunakan sebagai saluran mobilitas vertikal atau sarana untuk melakukan mobilitas vertikal bagi seseorang, sebagai contoh seseorang umat bisa menjadi ulama, pendeta, atau pastor. Disini mereka mengalami peningkatan status sosial dalam masyarakat.

5. Organisasi Ekonomi

Organisasi ini, baik yang bergerak dalam bidang barang maupun jasa, umumnya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal karena dalam organisasi ini posisi sosial bersifat relatif terbuka. Orang-orang kaya akan menduduki lapisan atau strata yang tinggi dalam masyarakat. Demikian juga dengan orang-orang yang menduduki jabatan dalam organisasi ekonomi, seperti koperasi, bank, BUMN, dan perusahaan swasta. Melalui jabatan tersebut seseorang dapat mengalami mobilitas vertikal naik, namun sebaiknya apabila organisasi ekonomi itu mengalami kerugian, orang tersebut akan mengalami mobilitas vertikal turun.

6. Organisasi Keahlian atau Profesi

Yang dapat dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal antara lain: Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Persatuan Seniman Indonesia (PSI), merupakan wadah yang menampung individu-individu dengan masing-masing keahliannya untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Posisi pada organisasi keahlian dapat mengakibatkan seseorang memperoleh kedudukan sosial yang tinggi di masyarakat.

7. Perkawinan

Melalui perkawinan seseorang dapat menaikkan statusnya, misalnya seorang wanita yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja menikah dengan pria yang status sosialnya lebih tinggi. Hal ini tentu saja dapat mengakibatkan naiknya status sosial ekonomi bagi wanita tersebut.

8. Organisasi Pemerintahan

Dalam organisasi pemerintahan terdapat jenjang-jenjang atau tingkatan-tingkatan. Seseorang memenuhi syarat tertentu akan menduduki jenjang setingkat lebih tinggi dari jenjang sebelumnya. Melalui keanggotaan dalam organisasi pemerintahan, seseorang yang berasal dari lapisan rendah bisa mencapai lapisan tinggi dalam masyarakatnya.

9. Organisasi Keolahragaan

Melalui organisasi keolahragaan, seseorang dapat meningkatkan statusnya ke strata yang lebih tinggi.

tirto.id – Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “mobilitas” diartikan sebagai gerakan berpindah-pindah atau kesiap-siagaan untuk bergerak. Sedangkan secara etimologis, mobilitas berasal dari bahasa latin yaitu “mobilis”, yang berarti “mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.” Dengan demikian, terdapatnya kata “sosial” pada istilah tersebut, berarti menekankan bahwa istilah mobilitas sosial mengandung makna yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Dalam sosiologi, mobilitas sosial erat kaitannya dengan kelas sosial.

Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, yang dikutip Bagong Suyatno dalam Sosiologi Teks dan Terapan (2004), menyatakan mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya.

Baik perbubahan itu berupa peningkatan atau penurunan dalam segi status sosial, dan (biasanya) termasuk pula segi penghasilan, yang dapat dialami oleh beberapa individu atau oleh keseluruhan anggota kelompok. Maka, dengan melakukan mobilitas sosial, seseorang akan berada pada satu kelas sosial (stratifikasi sosial) yang berbeda dari sebelumnya.

Jenis dan Faktor yang Memengaruhi Mobilitas Sosial

Dalam ilmu sosiologi, terdapat lima jenis mobilitas sosial, di antaranya adalah:

  1. Mobilitas vertikal: Mobilitas sosial yang mengubah kelas sosial (stratifikasi) seseorang, bisa jadi ke atas maupun ke bawah (lebih rendah).
  2. Mobilitas horizontal: Mobilitas sosial tanpa merubah kelas sosial seseorang.
  3. Mobilitas antargenerasi: Peralihan status sosial yang terjadi di antara dua generasi atau lebih dalam satu keturunan.
  4. Mobilitas intragenerasi: Peralihan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama.
  5. Mobilitas geografis: Perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah yang lain seperti transmigrasi, urbanisasi dan migrasi.

Sementara itu, selain jenis, ada juga lima faktor yang memengaruhi mobilitas sosial.

  1. Status sosial, yang mana ketidakpuasan atas status sosial yang dimilikinya membuat seseorang ingin mengubahnya.
  2. kondisi ekonomi, yaitu keinginan untuk memperbaiki kondisi ekonomi dapat membuat seseorang atau sekelompok orang melakukan mobilitas sosial.
  3. Inkondusifitas atau tidak kondusifnya suatu wilayah juga bisa memaksa seseorang melakukan mobilitas sosial.
  4. Faktor selanjutnya juga bisa hadir dari pertambahan penduduk, yang biasanya dibarengi oleh faktor lain, seperti mulai sedikitnya lapangan kerja.
  5. Petualangan, yaitu adanya keinginan untuk melihat daerah lain, akan mendorong manusia melakukan mobilitas geografis dari satu tempat ke tempat lain. Ada juga orang yang ingin mencoba menekuni usaha dan jenis pekerjaan baru. Bila dia berhasil, maka akan meningkatkan status sosialnya di masyarakat. Sebaliknya bila tidak berhasil, maka status sosialnya akan menurun.

Saluran-Saluran Mobilitas Sosial

Menurut Pitirim A. Sorokin, dalam laman Sumber Belajar Kemendikbud, mobilitas sosial dapat dilakukan melalui beberapa saluran yang disebut sirkulasi sosial (social circulation), meliputi:

1. Angkatan Bersenjata

Angkatan bersenjata memiliki garis komando yang tegas, yang mana para prajurit harus patuh sepenuhnya pada perintah atasan. Kenaikan status seorang prajurit sangat bergantung pada kedisiplinan dan intelektualnya, sehingga keberadaannya di masyarakat sangat dihargai. Mereka dianggap sebagai pelindung masyarakat.

2. Lembaga Keagamaan

Para tokoh agama mempunyai kedudukan yang terhormat di dalam masyarakat. Mereka sering memberikan nasihat keagamaan sehingga keberadaannya lebih dihargai oleh masyarakat.

3. Lembaga Pendidikan

Sekolah merupakan sarana yang konkrit untuk melakukan gerak vertikal, bahkan dianggap sebagai perangkat sosial (social elevator) dari kedudukan yang rendah menuju kedudukan yang tinggi.

4. Organisasi Politik

Partai politik menjanjikan peluang yang besar dalam meningkatkan status sosial seorang politikus yang profesional. Aktivitasnya yang sering berorasi di depan umum dengan mengatasnamakan partai, membuat namanya terkenal, sehingga keberadaannya lebih dihargai oleh masyarakat. Hal ini akan mempengaruhi status sosialnya.

5. Organisasi Ekonomi

Organisasi ini bersifat relatif terbuka dalam meningkatkan status seseorang. Seperti pada saat pemilihan Manajer Keuangan pada PT. Subur Ekonomi, beberapa orang karyawan mencalonkan diri untuk posisi yang menjanjikan itu, mereka akan gencar dalam berkampanye.

6. Organisasi Keahlian

Para profesional membentuk wadah untuk menampung aspirasi para anggotanya yang berprofesi sama. Misalnya; Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sebagainya.

adjar.id – Saat mempelajari materi mobilitas sosial, apakah Adjarian sudah mendengar saluran-saluran mobilitas sosial? 

Mobilitas sosial adalah salah satu materi dari pelajaran IPS bab 2 kelas 8 SMP, ya. 

Nah, saluran-saluran mobilitas sosial adalah seseorang atau sekelompok orang yang berhasil melakukan atau mewujudkan proses mobilitas sosial di lingkungan ia bekerja. 

Baca Juga: Dampak-Dampak Positif Mobilitas Sosial , Materi IPS Kelas 8 SMP

Contohnya, bagi seorang dokter yang sedang bertugas di dalam lembaga kesehatan, ia dapat mewujudkan mobilitas sosial di lembaga kesehatan tersebut, ya. 

Di dalam saluran-saluran mobilitas sosial terdapat beberapa contoh, lo. 

Apa sajakah contoh-contohnya?

Yuk, kita simak saluran-saluran mobilitas sosial di bawah ini, ya!

“Saluran-saluran mobilitas sosial adalah seseorang atau sekelompok orang yang berhasil mewujudkan proses mobilitas sosial di lingkungan ia bekerja.”

Saluran-Saluran Mobilitas Sosial

Berikut ini, adalah saluran-saluran yang terdapat di dalam mobilitas sosial, yaitu:

1. Pendidikan 

Adjarian, pendidikan adalah salah satu saluran bagi mobilitas vertikal yang sering digunkan karena melalui pendidikan seseorang dapat mengubah statusnya, lo. 

Lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai salah satu perangkat yang dapat mengangkat seseorang dari status yang rendah ke status yang lebih tinggi.

Baca Juga: Contoh Soal dan Jawaban serta Pembahasan Materi Mobilitas Sosial

Pendidikan memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi. 

Contohnya, anak yang tidak mampu mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, lalu pengetahuan memasaknya digunakan untuk membuka restoran. 

Setelah ia berhasil membuka restoran, secara otomatis status sosialnya meningkat. 

“Pendidikan adalah saluran yang terbukti dapat mengangkat status rendah seseorang menjadi lebih tinggi.”

2. Organisasi Politik

Sebagian besar masyarakat meniti karirnya di organisasi politik dari tingkat yang paling rendah hingga mendapatkan tingkat yang tinggi, lo. 

Contohnya, Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno. 

Ia memulai awal karirnya dengan mendirikan Partai Nasional Indonesia, ia tidak memiliki jabatan di dalam pemerintahan. 

Baca Juga: Mengenal Faktor Penghambat Mobilitas Sosial, Materi IPS Kelas 8 SMP

Namun, dengan perjuangannya yang luar biasa, ia mulai dikenal rakyat dan penjajah. 

Saat kemerdekaan ia kemudian dipilih sebagai Presiden Republik Indonesia. 

Nah Adjarian, seorang anggota partai politik yang memiliki dedikasi tinggi besar kemungkinannya akan cepat mendapatkan kedudukan yang tinggi di dalam partainya, ya.

“Salah satu saluran mobilitas sosial yang sering kita jumpai adalah organisasi politik.”

3. Organisasi Ekonomi

Organisasi ini bergerak di dalam bidang perusahaan atau pun jasa pada umumnya. 

Nah, umumnya organisasi ini akan memberikan banyak sekali kesempatan untuk seseorang guna mencapai mobilitas sosial.

Organisasi ekonomi intu antara lain adalah koperasi dan badan usaha.

Baca Juga: Mengenal Mobilitas Sosial dan Bentuk Mobilitas, Materi IPS Kelas 8 SMP

Apakah Adjarian tahu, apa tujuan dari koperasi?

Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan semua anggota, lo. 

Oleh karena itu, koperasi bertugas juga untuk melayani semua anggotanya, ya.

O iya, keberhasilan perjuangan koperasi terlihat dari keberhasilan perjuangan para anggotanya, ya. 

“Salah satu bentuk organisasi ekonomi yang kita dapat temukan di Indonesia adalah koperasi.”

4. Organisasi Profesi

Apakah Adjarian pernah, mendengar salah satu jenis organisasi profesi?

Misalnya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan dokter Indonesia (IDI), dan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). 

Nah, organisasi-organisasi ini dapat dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal, lo. 

Baca Juga: Definisi Pranata Sosial, Unsur-Unsur Pranata Sosial, dan Contohnya

Mengapa? karena organisasi profesi merupakan himpunan atau perkumpulan orang-orang yang sudah memiliki profesi yang sama sehingga mereka akan jauh lebih kuat.

Kuat saat memperjuangkan peningkatan profesinya.

Misalnya, ikatan advokat yang memperjuangkan hak asasi manusia.

Nah Adjarian, itulah contoh saluran-saluran mobilitas sosial yang perlu sekali kita ketahui, ya!

Sekarang, yuk, coba jawab soal di bawah ini!

Pertanyaan

Sebutkan salah satu contoh organisasi ekonomi di Indonesia yang kalian ketahui!

Petunjuk: Cek halaman 5.

Kita berharap bahwa jawaban terbaik tentang Sebutkan saluran-saluran mobilitas sosial vertikal itu ada gunanya bagi om dan tante semua.

Kalau kamu memerlukan saran lainnya,tante dan om boleh hubungi kita melalui formulir contact us.

Sebutkan saluran-saluran mobilitas sosial vertikal | admin | 4.5