Sebutkan 3 Teladan yang baik dari Sunan Drajat

By On Saturday, September 10th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Sebutkan 3 Teladan yang baik dari Sunan Drajat – Halo Agan dan sista semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke web site situspanda ini. Malam ini, kita di blog situspanda dotcom pengen sharing Q dan A yang cool yang menampilkan tentang Sebutkan 3 Teladan yang baik dari Sunan Drajat. Ini dia teman bisa membaca yang berikut ini:

KOMPAS.com – Sunan Drajat lahir sekitar tahun 1470 Masehi. Sunan Drajat masih memiliki hubungan saudara dengan Sunan Bonang.

Sunan Drajat memiliki nama kecil Raden Qasim atau Raden Syarifuddin. Ia adalah putra dari Sunan Ampel dan Dewi Candrawati.

Sekitar tahun 1520 Masehi, Sunan Drajat diberi gelar Sunan Mayang Madu, oleh Raden Patah. Sunan Mayang Madu dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi kepada sesamanya.

Ia sering memberi bantuan kepada fakir miskin. Sebelum menyebarkan agama Islam, Sunan Drajat berusaha untuk membuat warga masyarakat hidup dalam kemakmuran.

Mengikuti jejak ayahanda

Mengutip dari Buku Kisah Teladan Walisongo: Sembilan Wali Penyebar Islam di Jawa (2007) karya M. Faizi, diceritakan jika Sunan Ampel, ayah Sunan Drajat, memberi pengajaran dakwah serta taklim kepada Sunan Drajat.

Sehingga Sunan Drajat memiliki gaya berdakwah yang lugas sama seperti Sunan Ampel. Ia mengawali pengajaran dakwahnya di daerah pesisir Gresik.

Hingga pada suatu hari, Sunan Drajat terdampar di daerah Banjarwati, yang saat ini lebih dikenal sebagai daerah Lamongan di Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Sunan Giri, Menyebarkan Islam Lewat Permainan Kanak-kanak

Setahun setelah memberi dakwah di Banjarwati, Sunan Drajat melanjutkan perjalanannya ke arah selatan yang berjarak kurang lebih satu kilometer.

Kemudian ia mendirikan pesantren Dalem Duwur di daerah tersebut, yang saat ini lebih dikenal sebagai Desa Drajat, berlokasi di daerah Paciran, Kabupaten Lamongan.

Kepada santrinya, Sunan Drajat memberi pengajaran tentang tauhid serta akidah, menggunakan gaya yang lugas sama seperti ayahnya.

Dalam Buku Sunan Drajat (2020) karya Nabila Anwar, diceritakan jika Sunan Drajat menyebarkan agama Islam melalui perbuatan menolong sesama.

Saat itu, kehidupan ekonomi masyarakat Desa Drajat masih miskin atau serba kekurangan. Ia berniat untuk menolong perekonomian warga desa tersebut.

Sunan Drajat mulai mengajak warga Desa Drajat untuk membuka ladang, mengajari mereka cara menangkap ikan, serta membantu warga untuk membuat rumah yang lebih kokoh.

Tidak hanya itu, Sunan Drajat juga membuat surau, memberi pengajaran kepada anak-anak tentang banyak ilmu, serta memberi nasihat kepada orang kaya agar senang berbagi dan membantu sesama yang membutuhkan.

Sunan Drajat juga memanfaatkan kesenian sebagai media untuk berdakwah, seperti seni suluk dan tembang pangkur yang dibuat olehnya.

Baca juga: Sunan Ampel, Berdakwah dengan Ajaran Moh Limo

Ajaran Catur Piwulang

Dikutip dari Buku Sunan Drajat (Raden Qosim) karya Yoyok Rahayu Basuki, Catur Piwulang merupakan salah satu ajaran Sunan Drajat yang hingga saat ini masih dijadikan pedoman hidup.

Berikut adalah isi Catur Piwulang:

Menehono teken marang wong kang wuto 
(Berikanlah tongkat kepada orang buta)

Menehono mangan marang wong kang luwe 
(Berikanlah makanan kepada orang yang kelaparan)

Menehono busana marang wong kang kawudan 
(Berikanlah pakaian kepada orang yang tidak memakai pakaian)

Menehono payung marang wong kang kodanan 
(Berikanlah payung kepada orang yang kehujanan)

Sunan Drajat sangat berjasa dan berperan dalam penyebaran agama Islam di pesisir utara. Tidak hanya itu, ia juga mengajarkan jika penyebaran agama Islam tidak hanya dapat disampaikan melalui dakwah saja, namun juga bisa melalui perbuatan baik kepada sesama.

Ia juga menciptakan tembang pangkur yang merupakan salah satu tembang Macapat serta menciptakan Catur Piwulang yang menjadi pedoman hidup masyarakat.

Sunan Drajat meninggal sekitar tahun 1522 Masehi. Ia dimakamkan di Desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Perbesar

Ilustrasi dermawan (istimewa)

3. Berjiwa sosial tinggi

Selain itu, Sunan Drajat dikenal dermawan kepada semua makhluk termasuk binatang. Juru kunci Makam Sunan Drajat, Yahya menuturkan, suatu ketika Sang Sunan sedang menikmati sepoi angin di bawah pohon rindang sambil memberi makan.

“Biasanya Kanjeng Sunan Drajat berdoa meminta pada Allah agar burung-burung menghampirinya. Lantas beberapa burung bertengger di tangannya. Setelah Sunan memberinya makan, burung itu terbang kembali,” kata juru kunci Makam Sunan Drajat, Yahya saat ditemui di komplek Makam Sunan Drajat, mengutip dari Merdeka, ditulis Senin (23/9/2019).

Maka dari itu, Sunan Drajat dikenal mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Ia juga mempunyai cara-cara untuk membantu memberantas kemiskinan.

4. Ajaran Catur Piwulang

Tiap-tiap Walisongo mempunyai gaya dan cara dakwah yang berbeda, begitupun Sunan Drajat. Ia mempunyai ciri khas ketika berdakwah. Ia mempunyai ajaran yang dinamakan Catur Piwulang, yaitu

“paring teken marang kang kalunyon lan wuto” (berikan tongkat kepada orang yang berjalan dijalan licin dan buta)

“paring pangan marang kang keliren” (berikanlah makan kepada orang yang kelaparan)

“paring sandang marang kang kawudan” (berikanlah busana kepada orang yang telanjang)

“paring payung marang kang kodanan” (berikanlah payung kepada orang yang kehujanan)

Selain itu, Sunan Drajat juga menggunakan media lain untuk berdakwah, yaitu kesenian seperti menciptakan tembang Pangkur, dan alat yang digunakan adalah gamelan bernama Singo Mengkok. Sekarang gamelan tersebut menjadi salah satu koleksi Museum Sunan Drajat.

5. Menikahi tiga wanita

Sunan Drajat menikahi tiga wanita dalam hidupnya. Istri pertamanya merupakan puteri dari Sunan Gunung Jati, Sufiyah. Kemudian ketika tinggal di Drajat, ia menikahi wanita bernama Kemuning. Setelah itu, Sunan Drajat memperistri puteri Adipati Kediri, Renayu Candra Sekar.

Dalam upayanya untuk memberantas kemiskinan, Sunan Drajat adalah orang yang menjadi pelopor orang-orang kaya dan bangsawan untuk berinfaq, bershodaqoh, dan berzakat sesuai dengan ajaran agama Islam.

6. Dimakamkan di Lamongan

Sunan Drajat dimakamkan di di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Lamongan. Mengutip laman cagarbudaya.kemendikbud.go.id, makam Sunan Drajat dijadikan sebagai cagar budaya berdasarkan SK Menteri NoPM.56/PW.007/MKP/2010.

Makamnya pun banyak didatangi oleh peziarah dari berbagai daerah di Nusantara. Bahkan, peziarah mencapai ribuan orang pada hari tertentu, seperti pada bulan Ramadan.

Mengutip dari Antara, di pintu masuk cungkup makam Sunan Drajat terdapat ukiran tulisan pada papan kayu jati yang berbunyi

“Maqom Raden Qosim, Sunan Derajat, Sunan Mayang Madu Bin Sunan Ampel. Dilarang mengambil gambar”.

“Tulisan itu dipasang untuk mencegah agar di depan makam tidak dimanfaatkan peziarah untuk berfoto. Tapi, kalau makamnya mau difoto tidak apa-apa kok,” kata seorang pekerja di kompleks Makam Sunan Drajat, Syamsul Arif, 10 Juli 2015

(Shafa Tasha Fadhilla – Mahasiswa PNJ)

Oleh Erik Erfinanto pada 07 Jul 2020, 06:00 WIB

Diperbarui 07 Jul 2020, 22:47 WIB

Perbesar

Makam Sunan Drajat, Lamongan

Liputan6.com, Jakarta – Raden Qasim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Drajat merupakan salah satu Waliyullah yang ada di Jawa Timur. Tepatnya di wilayah pantai utara Kabupaten Lamongan.

Sunan Drajat merupakan adik dari Sunan Bonang, Tuban. Kedua wali ini adalah anak dari Sunan Ampel yang menyebarkan agama Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Sunan Drajat merupakan anggota Wali Songo yang mengembangkan dakwah Islam melalui jalur pendidikan moral. Ia juga dikenal sebagai wali yang punya kepudulian tinggi terhadap masyarakat miskin.

Dalam buku Atlas Wali Songo, karya Agus Sunyoto menyebut bahwa Sunan Drajat mendidik masyarakat sekitar untuk memperhatikan nasib kaum fakir miskin, mengutamakan kesejahteraan umat, dan memiliki empati.

“Sunan Drajat memiliki etos kerja keras, kedermawanan, pengentasan kemiskinan, usaha menciptakan kemakmuran, solidaritas sosial, dan gotongroyong. Sunan Drajat juga mengajarkan kepada masyarakat teknik-teknik membuat rumah dan membuat tandu,” tulis Agus Sunyoto dalam bukunya.

Berikut adalah kutipan kata-kata bijak ajaran Sunan Drajat yang terpampang di kompleks pemakamannya di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan:

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Perbesar

Makam Sunan Drajat, Lamongan

1. Memangun resep tyasing Sasoma (kita selalu membuat senang hati orang lain)

2. Jroning suka kudu éling lan waspada (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)

3. Laksmitaning subrata tan nyipta marang pringgabayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita-cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan)

 4. Mèpèr Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu)

5. Heneng-Hening-Henung (dalam keadaan diam kita akan mem­peroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita-cita luhur).

6. Mulya guna Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa kita capai dengan salat lima waktu)

7. Mènèhana teken marang wong kang wuta, Mènèhana mangan marang wong kang luwé, Mènèhana busana marang wong kang wuda, Mènèhana ngiyup marang wong kang kodanan.

(Berilah tongkat pd orang buta, berilah makan pada orang yang lapar, berilah pakaian pada orang yang telanjang, berilah tempat berteduh pada orang yang kehujanan, berilah ilmu agar orang menjadi pandai, sejahterakanlah kehidupan masya­rakat yang miskin, ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu, serta beri perlindungan orang yang menderita)

Lanjutkan Membaca ↓

Saya berharap semoga jawaban dari pertanyaan mengenai Sebutkan 3 Teladan yang baik dari Sunan Drajat di atas berguna bagi om dan tante semuanya.

Andaikan tante dan om perlu bantuan yang lain,om dan tante bisa hubungi kita lewat link kontak.

Sebutkan 3 Teladan yang baik dari Sunan Drajat | admin | 4.5