Pernyataan dibawah ini yang termasuk jenis sejarah sebagai kisah adalah

By On Tuesday, August 9th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Pernyataan dibawah ini yang termasuk jenis sejarah sebagai kisah adalah – Hallo Agan dan sista semua, Met Datang di web www.situspanda.Com ini. Siang ini, kita dari website situspanda dotcom akan share pertnyaan sekaligus jawabannya yang bagus tentang Pernyataan dibawah ini yang termasuk jenis sejarah sebagai kisah adalah. Sebaiknya ibu dan bapak dapat cek yang berikut ini:

Lihat Foto

freepik.com/n.savranska

Ilustrasi ruang lingkup sejarah

KOMPAS.com – Sejarah erat kaitannya dengan suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa lampau. Peristiwa yang terjadi dalam sejarah dibuat dan ditulis sendiri oleh manusia.

Sejarah membuat manusia lebih mengerti tentang kejadian apa yang terjadi di masa lampau dan bagaimana harus menyikapinya. Sejarah memegang peranan penting dalam bidang ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia. 

Menurut M. Dien Madjid dan Johan Wahyudhi dalam buku Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar (2014), kata ‘sejarah’ berasal dari Bahasa Arab, syajaratun, artinya pohon kehidupan. 

Sedangkan untuk Bahasa Inggris dari sejarah, yakni history berasal dari Bahasa Yunani, istoria berarti ilmu. Saat ini kata ‘sejarah’ dalam Bahasa Indonesia lebih merujuk pada pengertian kata history, sebagai silsilah, kejadian di masa lampau, serta ilmu atau pengetahuan.

Secara praktis, kata sejarah sering dipahami dalam empat pengertian ruang lingkup, yaitu sebagai: 

  • Sejarah sebagai peristiwa

Peristiwa merujuk pada kejadian yang pernah terjadi di masa lampau. Peristiwa dapat dikatakan menjadi bagian dari sejarah jika kejadian tersebut bersifat penting, nyata dan faktual. Kejadian tersebut haruslah menyangkut kehidupan manusia dan relasinya.

Baca juga: Apa itu Sejarah Bersifat Sinkronik?

Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), peristiwa dalam sejarah harus dikaji secara mendalam dan berurutan. Mulai dari penyebab hingga akibat yang ditimbulkan. Seluruhnya harus dijelaskan secara runtut.

Sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri abadi dan unik. Peristiwa dalam sejarah hanya terjadi sekali dalam pada masa lampau dan tidak bisa terulang kembali. Selain itu, peristiwa sebagai sejarah juga membawa pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat luas.

Artinya sejarah bisa dibuktikan kebenaran faktanya melalui metode ilmiah. Sejarah sebagai ilmu harus bisa dipertanggungjawabkan kebenaran data atau faktanya. Dasarnya tetap menggunakan pengetahuan di masa lampau.

Ciri utama sejarah sebagai ilmu ialah bersifat empiris serta memiliki teori yang digunakan dalam proses kajiannya. Sejarah sebagai ilmu juga merupakan sarana bagi masyarakat untuk menambah pengetahuan atau mempelajari berbagai hal di masa lampau.

Dalam roda kehidupan setiap manusia, baik secara individu maupun sebagai makhluk sosial,  memiliki masa lalu yang tidak terhapus oleh waktu. Kejadian-kejadian tersebut tidak selamanya hadir sebagai sebuah kepahitan ataupun kebahagiaan. Namun demikian, masa lalu juga mampu menjadi motivasi sekaligus menjadi sebuah pembelajaran yang berharga dan bermanfaat bagi masyarakat. Alhasil, banyak diantaranya yang diunggah kembali sebagai bagian untuk pengingat agar tidak terlupakan. Singkatnya, sejarah sebagai kisah.

Mungkin kalian pernah mempelajari pelajaran sejarah, namun apakah kalian tahu kejadian masa lalu itu masuk dalam bagian sebuah sejarah? Menarik bukan? Untuk memahaminya, ikuti pembahasannya yuk!

Sejarah Sebagai Kisah

Sejarah sebagai kisah merupakan peristiwa sejarah pada masa lalu dikisahkan kembali dalam bentuk data sejarah. Data itu dapat berdasarkan sumber tertulis, ingatan pelaku, berita media, dan sumber-sumber lainnya. Pengisahan sejarah terbuka terhadap unsur subjektif pihak yang mengisahkan, meskipun unsur objektif tetap harus diperhatikan.

Salah satu contohnya, sejarah perang Korea yang dikisahkan oleh pihak Korea Selatan tentu akan memiliki perbedaan dengan yang dikisahkan oleh pihak Korea Utara. Masing-masing pihak memiliki penafsiran tersendiri terhadap fakta yang sama.

Sejarah sebagai kisah muncul dalam bentuk narasi atau cerita yang menarik. Dalam hal ini, kebenaran sejarah sebagai kisah harus berada di tengah antara objektivitas dan subjektivitas, sehingga jangan terlalu objektif maupun subjektif. Apabila objektivitas ditekankan maka sejarah bukan kisah lagi melainkan laporan fakta kejadian, begitupula jika subjektivitas dikedepankan maka sejarah akan bergeser menjadi legenda.

(Baca juga: Sejarah sebagai Ilmu)

Tujuan dari penyajian sejarah sebagai kisah antara lain untuk menjadikan sejarah tetap relevan, menghargai sejarah sebagai pendukung keutuhan identitas kebangsaan, dan menjadikan sejarah sebagai pengalaman bersama untuk kehidupan lebih baik.

Sejarah Sebagai Peristiwa

Apa yang dimaksud sejarah sebagai peristiwa? Sebagai peristiwa, sejarah merupakan realitas yang sekali terjadi dan tidak bisa berulang. Bisa jadi ada peristiwa yang serupa tetapi tetap akan berbeda melihat konteks ruang dan waktunya. Sebagai contoh, peristiwa Revolusi Prancis 1789 merupakan momen yang menentukan berdirinya Republik Prancis yang berdasarkan kebebasan, persamaan, dan persaudaraan.

Namun, tidak semua kejadian di masa lalu dapat dikategorikan sebagai peristiwa bersejarah, karena ada tiga kategori yang harus dipenuhi sehingga sebuah peristiwa masuk sebagai sejarah yaitu :

  • Unik, suatu peritiwa memiliki kekhasan tersendiri yang tidak terdapat pada peristiwa lain.
  • Berpengaruh besar, suatu peristiwa mempunyai pengaruh besar terhadap jalan hidup suatu kelompok baik secara nasional bahkan global.
  • Bermakna, suatu peristiwa mempunyai nilai dan manfaat bagi kehidupan kelompok di masa selanjutnya baik masa kini maupun masa depan.

Ngomong-ngomong tentang sejarah sebagai kisah, elo mungkin pernah bertanya ke orang tua tentang cerita masa kecil elo. Bener, nggak? Misalnya elo  penasaran, dulu waktu kecil itu elo orangnya seperti apa. Pendiam, usil, cengeng, atau bandel.

Ibu elo kemudian menceritakan kisah masa kecil elo sebelum tidur. (Arsip Zenius)

Kemudian orang tua elo menceritakan banyak hal tentang masa kecil elo. Mulai dari elo waktu di dalam kandungan suka menendang-nendang perut, cerita ibu waktu ngidam, kelahiran, hingga masa-masa sekolah. Lucu, deh, pokoknya.

Nah, cerita semacam itu termasuk bagian dari sejarah kehidupan elo, lho, guys. Terus kalau begitu, hubungannya sama sejarah yang elo pelajari di sekolah itu apa ya? Yuk kita simak sama-sama. 

Kenalan Sama Sejarah, Yuk!

Sebelum mengenal sejarah sebagai kisah, elo perlu tahu pengertian sejarah secara umumnya dulu. Secara harfiah, kata sejarah ada yang mengaitkannya dengan bahasa arab, yaitu syajaratun yang artinya pohon. Selain itu, sejarah juga disebut dengan tarikh yang berarti waktu.

Kalau dalam bahasa Yunani, sejarah itu historia yang artinya ilmu. Orang Inggris menyebut sejarah sebagai history yang berarti masa lalu. Jadi, kalau elo mempelajari sejarah dan isinya, berarti elo juga mempelajari waktu dan kejadian suatu peristiwa.

Iya, kan? Coba, deh, elo amati lagi, ketika elo mempelajari masa lalu seseorang atau peristiwa, elo juga akan membicarakan waktu atau pembagian waktu (periodisasi), kan?

Pertanyaannya, apakah semua masa lalu itu sejarah? Kalau mengikuti pendapat dari James Banks, sejarawan dan pengkaji pendidikan multikultural asal Amerika, yang dimaksud dan termasuk dalam sejarah itu adalah semua kejadian atau peristiwa masa lalu. Ini juga didukung oleh Leopold von Ranke, sejarawan asal Jerman yang bilang kalau sejarah itu peristiwa yang terjadi.

Baca Juga: Ruang Lingkup Sejarah Sebagai Ilmu, Peristiwa, Kisah, dan Seni

Sejarah Sebagai Kisah dan Peristiwa

Dari tadi elo baca kalau sejarah itu soal peristiwa masa lalu. Namun, ternyata sejarah itu juga memiliki peran sebagai kisah atau cerita, lho. Maksudnya gimana, ya?

Jadi gini, sejarah memang bisa dinilai sebagai sebuah peristiwa ketika berbicara mengenai masa lalu. Simpelnya, peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi di masa lalu gitu, deh.

Nah, sejarah sebagai peristiwa itu sifatnya objektif, guys. Dalam posisi sebagai peristiwa, sejarah selalu punya bukti-bukti yang dapat menguatkannya, contohnya saksi mata, jejak-jejak yang tertinggal, dan juga catatan-catatan mengenai peristiwa yang telah terjadi tersebut.

Sedangkan, pengertian sejarah sebagai kisah adalah buah hasil karya dari seorang penulis atau sebutannya adalah sejarawan yang sangat terpengaruh subjektivitas. Sejarah sebagai kisah menurut para ahli mengandung unsur-unsur “subjek” yang mempengaruhi warna dan rasa. Artinya, diri sejarawan tersebut ikut mempengaruhi bagaimana cara peristiwa itu tersaji ke elo.

Konsep Sejarah Sebagai Kisah

Sejarah sebagai kisah merupakan hasil rekonstruksi sejarawan terhadap peristiwa sejarah.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sejarah sebagai kisah merupakan hasil karya atau tulisan dari sejarawan yang sajiannya sangat dipengaruhi oleh subjektivitas dari seorang sejarawan yang menuliskannya. Tapi ingat ya, meskipun sejarah sebagai kisah adalah buah karya, sejarawan itu bukan seperti pengarang atau novelis.

Konsep dalam sejarah sebagai cerita itu diibaratkan seperti elo bermain sama korek api. Jadi, pas elo mainan korek api sampai berserakan nggak beraturan, seseorang minta elo buat nyusun kembali korek api tersebut menjadi bentuk-bentuk tertentu seperti rumah-rumahan, petak, atau segitiga.

Bangunan rumah-rumahan dari korek api yang disusun. (dok. Stockvault)

Nah, pastinya pas mencoba menyusunnya, elo dikasih kebebasan memilih bentuk, tanpa alat tambahan. Jadi, hanya ada batang korek yang tersedia. Seperti itulah sejarawan saat mencoba menciptakan karya sejarah. Ada batasannya yaitu fakta-fakta sejarah yang diibaratkan seperti batang-batang korek.

Baca Juga: Sejarah dan Sastra – Apa Hubungannya di Kehidupan Manusia?

Apa yang Diperlukan Saat Merekonstruksi Masa Lalu Menjadi Sebuah Kisah?

Bisa membayangkan, nggak, saat elo menyusun korek-korek itu jadi sebuah bentuk tertentu, elo perlu apa aja? Hal yang diperlukan adalah pengetahuan tentang langkah-langkah dalam membentuk objek baru yang akan dibuat dan daya kreativitas. Iya, kan?

Menulis sejarah sebagai kisah juga seperti itu, guys. Yang pertama elo butuhkan adalah ilmu-ilmu yang bisa untuk menyusun kisahnya. Dalam hal ini berarti seorang sejarawan perlu tahu metode rekonstruksi sejarah atau menuliskan ulang sejarah. Selanjutnya, ya, daya kreativitas, caranya elo menyusun sejarah tersebut, bahasa apa yang akan digunakan, dan lain sebagainya

Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Kisah

Nah, tentu elo masih penasaran, kan, mengenai pembahasan ini. ita lanjut lagi, yuk. Nih, gue punya pertanyaan yang mendasar untuk elo jawab terlebih dahulu, “Apa ciri dari sejarah sebagai kisah?”.

Pertama, sejarah sebagai kisah bersifat subjektif. Hasil karyanya adalah hasil dari buah pikiran seorang individu yaitu sejarawan. Oleh sebab itu, cerita sejarah yang mereka tulis bisa saja merupakan hasil tafsiran yang berbeda dari peristiwa yang terjadi.

Sejarawan menyusunnya dengan menginterpretasi fakta atau bukti yang tertinggal dari peristiwa sejarah. Maka dari itu, bisa saja ada hasil interpretasi yang berseberangan dan hasil yang berbeda.

Interpretasi yang berbeda ini bisa terjadi karena pada saat menulis sejarah sebagai kisah diperlukan adanya imajinasi untuk menyambungkan fakta yang ada. Setiap sejarawan punya daya imajinasi yang berbeda-beda. Di samping itu, konsep sejarah sebagai kisah muncul karena hal di atas dan cerita yang berdasarkan pada ingatan, tafsir, serta kesan dari seorang sejarawan.

Selanjutnya, sarana yang digunakan untuk mengungkapkan kembali sejarah. Elo bisa menggunakan lisan dan tulisan.  Oh iya, ciri lainnya dari sejarah sebagai kisah itu nyata atau benar-benar terjadi, ya, guys.

Contoh Sejarah Sebagai Kisah

Sejarah sebagai sebuah kisah dapat kita temui dalam cerita Kerajaan Singasari, khususnya kisah-kisah dari penguasa di kerajaan tersebut. Biasanya, para ahli sejarah akan menggunakan kitab-kitab lama untuk dijadikan patokan dalam menentukan silsilah kerajaan besar seperti Singasari.

Anto sedang membaca kisah penguasa kerajaan. (Arsip Zenius)

Namun, dalam dua kitab besar yaitu Negarakertagamadan Pararaton, ternyata terdapat perbedaan penceritaan mengenai silsilah penguasa Kerajaan Singasari. Seperti itulah sejarah sebagai kisah dapat ditunjukkan dalam pernyataan yang berbeda sesuai dengan si penulisnya.

Elo nggak perlu bingung tentang mana yang salah dan mana yang benar. Kalau pengen bijak melihat sebuah kisah sejarah, maka elo perlu lihat beberapa aspek ini.

Pertama, siapa pembuat cerita sejarah tersebut. Apa profesi dan bagaimana masa lalu ketika dia hidup. Bahkan, elo perlu perhatikan juga bagaimana pola asuh orang tua si sejarawan dan di mana dia belajar sejarah.

Kedua, posisi sejarawan dan objek yang dia tuliskan Artinya elo perlu lihat seberapa dekat sejarawan dengan kisah yang ia ceritakan. Karena, hal ini akan mempengaruhi subjektivitasnya.

Ketiga, kapan dan di mana ia tinggal. Elo perlu tahu kapan ia hidup dan di mana ia tinggal untuk lebih memahami bagaimana kondisinya ketika menulis karya sejarah tersebut. Apakah ia dalam keadaan merdeka dari segala bentuk tekanan atau tidak.

Ketiga hal itulah yang perlu elo jawab ketika diminta untuk menilai kisah sejarah. Apalagi kalau diminta untuk menyebutkan faktor yang harus diperhatikan dalam melihat sejarah sebagai kisah.

Baca Juga: Biografi Herodotus, Bapak Pencetus Ilmu Sejarah

Jenis-Jenis Sejarah Sebagai Kisah

Nah, ternyata sejarah sebagai kisah itu ada jenis-jenisnya lagi, guys. Sejarah itu pasti ada kontak atau hubungan dengan ilmu lain, seperti ekonomi, politik, sosial, intelektual, dan lisan. Oke, kita bahas satu per satu, yuk!

Sejarah Ekonomi

Sesuai dengan namanya, di sini elo akan belajar tentang sejarah perekonomian masa lalu dan konsep-konsep perekonomian yang diterapkan dari dulu hingga saat ini. Misalnya tentang sejarah ekonomi pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Sejarah Politik

Jenis yang satu ini membahas tentang politik di masa lalu. Bahasannya, ya, nggak jauh-jauh dari kekuasaan, ketatanegaraan, tokoh politik, dan sistem pemerintahan. Contohnya, Indonesia pada masa Orde Baru, di bawah kepemimpinan Presiden Suharto..

Sejarah Sosial

Sejarah sosial merupakan peristiwa bersejarah yang membahas tentang interaksi dan struktur, serta hubungan timbal balik manusia pada masa lalu. Contohnya kehidupan sosial masyarakat pada masa Kerajaan Kalingga.

Sejarah Intelektual

Jenis yang satu ini mempelajari pemikiran orang-orang di masa lalu mengenai suatu hal. Sesuai dengan namanya, ya “intelektual”. Misalnya tentang pemikiran Karl Marx mengenai komunisme.

Sejarah Lisan

Jenis ini merupakan suatu metode untuk mengumpulkan data-data sejarah dengan cara bertanya dan berdiskusi dengan tokoh-tokohnya. Misalnya, elo mewawancarai veteran yang masih hidup mengenai kejadian pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Masih kurang puas dengan uraian di atas? Elo masih bisa menguasai materi tersebut dengan nonton video belajar Zenius. Yuk, klik banner di bawah ini!

Contoh Soal dan Pembahasan

Untuk menguji sejauh mana pemahaman elo mengenai materi sejarah sebagai kisah, gue ada beberapa contoh soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi. Cekidot!

Contoh Soal

Sejarah sebagai kisah bersifat subjektif karena….

A. Interpretasi setiap orang berbeda-beda.

B. Sumber yang digunakan berbeda.

C. Perbedaan konsep diakronik.

D. Perbedaan konsep sinkronik.

E. Adanya konsep generalisasi.

Jawab: A. Interpretasi setiap orang berbeda-beda.

Pembahasan: 

Sejarah sebagai kisah itu artinya peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau direkonstruksi kembali berdasarkan fakta dan metode ilmiah. Namun, penyusunan peristiwa sejarah itu nggak bisa dilepaskan dari interpretasi atau penafsiran penulisnya mengenai fakta-fakta yang ada.

Hal itu karena yang namanya penafsiran bersifat subjektif sesuai dengan individu yang menelitinya.

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang materi sejarah sebagai kisah? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi sejarah di video belajar Zenius. Elo juga bisa mencoba melatih kemampuan dengan level soal yang mirip UTBK beneran di link berikut ini.

Try Out bareng Zenius

Referensi:

Pengantar Ilmu Sejarah – Kuntowijoyo (2008).

Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah – Sartono Kartodirdjo (1992).

Modul Ilmu Pengetahuan Sosial 9: Pengantar Ilmu Sejarah – Ismaun (1993).

Interpretasi Sejarah Sebagai Peristiwa dan Masalah Pendidikan – Ahmad Maksum (2015).

Kami berharap bahwa solusi dari pertanyaan tentang Pernyataan dibawah ini yang termasuk jenis sejarah sebagai kisah adalah itu ada gunanya bagi sista dan agan semuanya.

Siapa tahu anda perlu bantuan lainnya,ibu dan bapak boleh hubungi kami lewat form kontak kami.

Pernyataan dibawah ini yang termasuk jenis sejarah sebagai kisah adalah | admin | 4.5