Menjelaskan gerak otot sebagai organ efektor kerja saraf

By On Monday, September 5th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Menjelaskan gerak otot sebagai organ efektor kerja saraf – Apa kabar ibu dan bapak semua, Makasih banyak sudah mau datang di website situspanda ini. Saat ini, kita di web situspanda ingin menampilkan info yang mantab yang akan menunjukkan tentang Menjelaskan gerak otot sebagai organ efektor kerja saraf. Sebaiknya sista dan agan bisa menyimak yang di bawah ini:

Halo Sobat Zenius! Kali ini kita bakal belajar bareng soal mekanisme gerak refleks manusia. Namun, sebelum kita belajar bareng, gue mau cerita pengalaman gue nih. 

Jadi, dulu gue pernah ngerebus air di teko, dan gue tungguin sambil main HP. Eh tiba-tiba ada semacam suara siulan dari tekonya yang nandain kalau airnya udah mendidih.

Karena terlalu fokus main HP, gue langsung matiin kompor dan pegang gagang teko itu tanpa pelindung tangan. Eh,ternyata panas banget! Akhirnya gue langsung lepasin tangan dari situ.

Nah, sekarang coba deh elo bayangin kalo gue nggak langsung ngejauhin tangan, tapi malah megang terus sambil mikirin kenapa teko itu bisa panas, pastinya tangan gue bakal keburu melepuh, kan?

Respon tangan gue yang langsung menjauh dari gagang teko panas itu tadi disebut gerak refleks. Sebenernya apa sih, penyebab gerakan ini dan gimana mekanismenya? Yuk, simak penjelasan gue di bawah ini!

Pengertian dan Penyebab Gerak Refleks

Ngobrolin soal gerak refleks, pastinya elo udah ada bayangan tentang contoh-contohnya, kan? Nggak cuma saat memegang teko panas, tapi gerakan ini juga muncul saat elo digigit semut, ketusuk duri tumbuhan, atau saat menghirup asap yang bikin elo batuk.

Namun, ternyata ada lagi lho gerakan refleks yang sama sekali nggak kita rasakan. Beda sama contoh sebelumnya yang muncul gara-gara ancaman berupa suhu atau rasa sakit, gerak refleks ini terjadi sepanjang waktu seumur hidup kita.

Contohnya adalah detak jantung dan gerakan lambung saat mencerna makanan. Bayangin deh, kalau elo bisa menyadari gerakan itu, pasti setiap hari di dalam tubuh kita bakal ramai banget, ya?

Nah dari contoh-contoh di atas, bisa kita tarik kesimpulan mengenai pengertian gerak refleks sebagai gerakan yang terjadi secara spontan tanpa perlu proses berpikir atau analisis. Adapun faktor yang mempengaruhi gerak refleks pada manusia adalah rangsangan atau stimulus dan salah satu sistem saraf kita yang bernama sistem saraf tepi.

Sebelum masuk ke pembahasan sistem saraf tepi, elo bisa nonton penjelasan soal sistem koordinasi manusia meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Biar makin paham, yuk, klik link di bawah ini!

Koordinasi Alat Indera Manusia (Biologi SMA Kelas 11)

Letak sistem saraf pada manusia (Arsip Zenius)

Dari video di atas, elo bakal tahu bahwa sistem saraf tepi merupakan serangkaian saraf lanjutan dari otak dan sumsum tulang belakang. Kira-kira gimana cara sistem saraf tepi ini bekerja sampai bisa menimbulkan gerak refleks di tubuh kita?

Gimana Mekanisme Gerak Refleks?

Seperti yang udah gue singgung sebelumnya, penyebab gerak refleks adalah sistem saraf tepi. Seperti namanya, sistem saraf tepi letaknya emang di luar sistem saraf pusat, yakni otak dan sumsum tulang belakang alias medula spinalis. 

Akibat letaknya yang ada di tepian ini, dia jadi deket sama saraf-saraf reseptor yang fungsinya menerima impuls atau rangsangan berupa tekanan, benturan, perubahan suhu, dan sebagainya.

Nah, ketika saraf reseptor di panca indera kita menerima impuls, mereka bakal nerusin impuls itu ke neuron aferen, yakni bagian saraf yang tugasnya menyampaikan informasi dari reseptor ke otak atau sumsum tulang belakang selaku sistem saraf pusat.

FYI aja nih guys, karena sebagian besar gerak refleks itu tercipta lewat medula spinalis alias sumsum tulang belakang, bisa dikatakan bagian inilah yang jadi pusat gerak refleks.

Namun, biarpun impulsnya udah diterusin ke sumsum tulang belakang, ternyata dia nggak memproses impuls itu, guys. Kenapa? Karena di sana ada konektor alias saraf penghubung yang mendeteksi impuls itu duluan, Mereka lalu melabelinya sebagai “ancaman” yang harus segera dihindari.

Akibatnya, konektor ngirim tanggapan ke neuron eferen, yakni bagian saraf yang berperan buat motorik (gerak). Misi neuron ini yakni menyampaikan perintah dari saraf pusat ke efektor berupa otot atau kelenjar. 

Otot atau kelenjar inilah yang bakal nyiptain gerakan refleks atau memicu adrenalin di tubuh kita saat menghadapi situasi berbahaya.

Sampai sini kita bisa simpulin juga kalau ciri gerak refleks di antaranya adalah terjadi secara spontan, dilakukan oleh reseptor atau organ tertentu di tubuh kita, berlangsung cepat, dan bertujuan buat ngelindungin tubuh saat situasi bahaya.

Baca juga: Sistem Pernapasan Manusia – Materi Biologi Kelas 11

Mekanisme gerak refleks (Dok. Arsip Zenius)

Gimana, keren banget, kan cara kerja sistem saraf tepi ini? Sebagai tambahan nih, ternyata, sistem saraf tepi itu dibagi jadi dua, yakni saraf somatik dan otonom. Apa bedanya? Gue jelasin secara singkat, ya!

Pertama, saraf somatik. Saraf yang satu ini bekerja secara sadar karena informasi dari neuron sensorik diproses sama otak dan responnya pun berdasarkan analisis otak kita. Nah, organ tubuh yang bergerak mengikuti kinerja saraf somatik biasanya adalah rangka tubuh.

Selanjutnya, ada saraf otonom yang kerjanya beda jauh sama saraf somatik. Hal ini karena saraf otonom bergerak secara refleks. Semua gerakannya dipicu oleh situasi bahaya, ancaman, sakit, dan syok. 

Selain itu, saraf otonom juga bertugas mengatur detak jantung dan pernapasan kita supaya bisa jalan terus tanpa diperintahkan oleh otak.

Saraf otonom ini dibagi lagi jadi dua jenis, yakni simpatik dan parasimpatik yang dua-duanya bergerak secara refleks. Elo bisa lihat perbedaan keduanya lewat tabel ini.

Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik (Arsip Zenius)

Baca juga: Kelenjar Adrenal dan Hormon yang Dihasilkan – Materi Biologi Kelas 11

Jenis-Jenis Gerak Refleks

Sekarang elo pasti lebih paham soal apa itu gerak refleks, mekanismenya, dan saraf apa aja yang terlibat. Namun, ternyata gerak refleks itu sendiri dibagi lagi jadi dua jenis. Apa aja, sih? Yuk kita lihat!

1. Monosinaptik

Gerakan monosinaptik merupakan gerak refleks yang simpel, karena cuma ngelibatin neuron sensorik dan saraf motorik. Mekanismenya kurang lebih begini.

Mekanisme gerak refleks monosinaptik (Arsip Zenius)

Jadi, ketika elo kena impuls, misalnya ketusuk duri kaktus, reseptor di tangan elo bakal kasih sinyal nih, ke neuron sensorik alias neuron aferen. Nah, nantinya dia bakal nerusin informasi itu ke saraf pusat, yakni sumsum tulang belakang.

Selanjutnya, saraf penghubung yang ada di situ bakal langsung nerusin ke saraf motorik. Si saraf motorik ini lalu nyuruh otot buat cepet-cepet narik tangan elo menjauhi duri itu.

2. Polisinaptik

Beda dari gerak refleks monosinaptik yang sangat simpel, gerakan ini lumayan rumit karena ngelibatin satu saraf lagi. Satu saraf tersebut adalah interneuron di dalam sumsum tulang belakang yang menghubungkan neuron sensorik dan neuron motorik.

Mekanisme gerak refleks polisinaptik (Dok. Arsip Zenius)

Saat neuron sensorik menerima rangsangan dari reseptor, interneuron alias saraf penghubung yang ada di sumsum tulang belakang bakal memproses informasi itu buat berkomunikasi sama organ tubuh lain sebelum ngirim perintah ke saraf motorik.

Contohnya, saat elo menginjak pecahan kaca, secara refleks kaki elo yang menginjak itu pasti bakal terangkat. Namun, kaki elo yang satunya pasti bakal menahan berat badan biar elo nggak kehilangan keseimbangan.

Nah, kaki yang menahan berat badan ini bekerja menurut instruksi dari interneuron yang ada di dalam kaki satunya. Gimana, keren banget, kan?

Baca juga: Difusi Gas pada Proses Pernapasan – Materi Biologi Kelas 11

Fungsi Gerak Refleks

Sebenarnya apa sih fungsi dari gerak refleks? Kenapa gerakan ini penting banget buat tubuh kita? Sebenarnya, terciptanya gerakan ini bertujuan buat ngelindungin diri kita dari ancaman berupa suhu, goresan benda tajam, debu, atau situasi bahaya.

Misalnya, ketika tangan elo tertusuk duri kaktus, secara otomatis gerak refleks ini bakal menjauhkan tangan elo dari duri itu. Jadi, elo nggak mengalami luka yang lebih parah.

Selain itu, gerak refleks juga melindungi elo dari ancaman-ancaman situasi yang dianggap berbahaya. Contohnya ketika elo di jalan dan ada serangga yang terbang ke arah mata, secara otomatis elo pasti berkedip. 

Bayangin deh seandainya mekanisme berkedip ini nggak berjalan secara otomatis, kira-kira apa yang bakal elo lakukan saat ada serangga yang tiba-tiba terbang ke arah mata?

Jadi, berdasarkan ilustrasi di atas, gue bisa sampaikan bahwa fungsi gerak refleks adalah melindungi tubuh kita biar selalu dalam kondisi aman dan nyaman.

Oh iya, elo bisa simak materi ini dalam bentuk video, lho! Caranya, klik banner di bawah ini!

Contoh Soal Tentang Gerak Refleks

Buat mengecek pemahaman elo terkait materi yang udah gue jabarin, yuk coba kerjain dua soal berikut!

  1. Dari penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa perbedaan gerak sadar dan gerak refleks adalah sebagai berikut, kecuali ….
  1. proses impuls gerak sadar berlangsung secara lambat karena harus melalui analisis di otak, sedangkan mekanisme gerak refleks berlangsung cepat karena tidak melewati pemrosesan di otak
  2. contoh gerak refleks adalah ketika kita bersin, sedangkan gerak sadar adalah ketika menendang bola
  3. proses terciptanya gerak sadar pasti melewati otak sedangkan mekanisme gerak refleks hanya melewati sumsum tulang belakang
  4. contoh gerak refleks adalah ketika kita tersedak, sedangkan gerak sadar terjadi ketika kita menutup hidung akibat bau tidak sedap

Jawaban: C.

Semua pilihan jawaban di atas benar, kecuali C. Kenapa? Karena pada kondisi tertentu, misalnya saat  hidung kemasukan debu, impuls itu bakal disalurkan sama saraf sensorik ke otak. Meskipun, otak kita nggak turut serta mengolah informasi yang menghasilkan reaksi bersin. Nah, refleks ini disebut refleks kranial karena terjadinya di organ-organ yang ada di kepala.

2. Jelaskan perbedaan penghantaran impuls pada gerak sadar dengan gerak refleks!      

Jawaban:

Nah, gue yakin banget nih elo pasti bisa ngejawab pertanyaan yang satu ini. Jawabannya ada di penjelasan gue di atas, kok. Pada intinya, penghantaran impuls gerak sadar pasti melewati pemrosesan informasi di otak, sedangkan gerak refleks nggak mengalami proses ini. Yuk lanjut jelasin lagi pakai bahasa elo sendiri! Boleh langsung elo tulis di kolom komentar, ya.

Itu tadi penjelasan yang bisa gue berikan seputar apa yang dimaksud dengan gerak refleks, jenis, mekanisme, dan fungsinya bagi tubuh.

Elo juga bisa eksplor topik ini lebih jauh dengan nonton video berikut ini!

Koordinasi Alat Indera Manusia (Biologi SMA Kelas 11) 

Selain gerak refleks, masih ada banyak lagi fungsi sistem saraf di tubuh kita. Apa aja, tuh? Yuk cari tahu lebih lengkap di sini!

Caranya gampang banget, elo cukup download aplikasinya, daftar, pilih paket belajar yang dipenginin, dan siap belajar bareng tutor Biologi yang super asyik. Tunggu apa lagi? Ayo gabung!

Ditulis oleh: Ardalena Romantika dari Universitas Gajah Mada, bagian dari Kampus Merdeka 2022

Editor: Dionysia Mayang Rintani

Referensi:

Mekanisme Gerak Refleks – Silmi Nurul Utami (2022)

Sistem Saraf Otonom- Tahyatul Bariroh, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Sistem Saraf pada Manusia: Pengertian, Bagian dan Gangguannya- Gramedia 

Memahami Fungsi Sistem Saraf pada Manusia- Alodokter

Kami berharap bahwa jawaban dari pertanyaan mengenai Menjelaskan gerak otot sebagai organ efektor kerja saraf ini bermanfaat bagi ibu dan bapak semua.

Siapa tahu ibu dan bapak memerlukan saran yang lain,sobat dapat hubungi saya lewat formulir kontak kami.

Menjelaskan gerak otot sebagai organ efektor kerja saraf | admin | 4.5