Apa nama alat yang digunakan untuk memotong kain maupun benang

By On Thursday, September 29th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Apa nama alat yang digunakan untuk memotong kain maupun benang – Pa kabar teman semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke web site situspanda dot com ini. Sore ini, kita di website www.situspanda.Com pengen sharing Q dan A yg oke banget yang akan menunjukkan tentang Apa nama alat yang digunakan untuk memotong kain maupun benang. Kami persilakan sobs bisa membaca yang di bawah ini:

Bagi penjahit gunting merupakan salah satu alat yang sangat penting. Dalam menjahit gunting mempunyai peranan yang yang begitu penting. Kegunaan gunting dalam dunia menjahit yaitu sebagai pemotong kain, pemotong pola, pemotong benang, dll. Ada baiknya jika setiap kegiatan memotong menggunakan gunting yang berbeda. Jenis-jenis gunting khusus penjahit.

Sampai saat ini ada beberapa jenis gunting yang berbeda dalam kegiatan menjahit. Gunanya supaya aktivitas menjahit bisa lebih maksimal. Setidaknya seorang penjahit wajib memiliki beberapa jenis gunting yang berbeda, walaupun tidak lengkap. Seperti gunting kertas, gunting kain, gunting benang, gunting listrik, dll. Bagi yang belum familiar dengan jenis-jenis gunting yang khusus penjahit, berikut ini adalah sedikit penjelasan mengenai macam-macam gunting yang sering digunakan oleh penjahit.

1. Gunting Kertas

Gunting kertas digunakan untuk memotong pola kertas yang sudah selesai digambar, untuk nantinya dijiplakan ke kain. Bagi seorang penjahit mempuyai gunting kertas sendiri adalah wajib, karena jika digabungkan dengan yang lainnya maka ketajaman gunting akan berkurang. Untuk harga gunting kertas memiliki range harga yang berbeda-beda tergantung dari merknya.

2. Gunting Kain

Gunting kain memiliki fungsi sebagai pemotong kain degan ukutan yang besar atau lebar. Jenis gunting ini umumnya lebih berat daripada gunting kertas. Jika hendak membeli gunting kain sebaiknya pilih dengan kualitas yang baik, karena kegunaan gunting kain yang sangat penting. Jangan mencampur gunting kain utuk menggunting lainnya karena bisa menurukan ketajaman gunting. Ketajaman gunting kain sangatlah penting, karena gunting yang tidak tajam dapat mempengaruhi kain ketika melakukan pemotongan.

3. Gunting Benang

Gunting beang memiliki bentuk yang berbeda dengan jenis gunting-gunting lainnya. Memiliki bentuk yang kecil sehingga memaksimalkan fungsi utamanya yaitu sebagai pemotong benang pada bagian yang sulit dijangkau oleh gunting besar.

4. Gunting Kecil

Gunting kecil memiliki fungsi sebagai pemotong bagian-bagian kain kecil pada saat proses mejahit. Bisa juga digunakan sebagai pemotong benang. Karena ukuran yang lebih kecil gunting ini bisa meghindari kesalahan pemotongan kain yang terlalu lebar, sehingga dapat merusak desain yang telah dibuat.

5. Gunting Bordir

Gunting bordir merupakan gunting yang memiliki bentuk kecil degan ujung yang rucing serta melengkung, sehingga dapat digunakan utuk memotong benang mepet. Kegunaan utama dari gunting bordir ini adalah untuk menggunting sisa-sisa benang dari hasil bordiran agar terlihat rapi dan bersih. Jenis gunting bordir memiliki dua macam bentuk yaitu gunting bordir melengkung single dan gunting bordir melengkung ganda.

6. Gunting Bebek

Dinamakan gunting bebek karena pada saat gunting di gerakan, gerakan pisau akan membentuk dayung seperti paruh bebek. Jenis gunting ini juga memiliki fungsi sebagai pemotong kain pada saat proses menjahit.

7. Gunting Zigzag

Gunting zigzag memiliki seperti gerigi pada pisau guntingnya. Fungsi dari gunting zigzag ini sebagai pemotong pinggiran kain supaya tidak mudah terurai. Biasanya gunting ii bayak diguakan pada pembuatan jilbab serta kerajinan.

8. Gunting Listrik

Biasa digunakan untuk memotong kain dalam jumlah bayak. Dalam industri garmen atau konveksi gunting ini memiliki peranan yang sagat penting, karena bisa memotong kain secara cepat dan dalam jumlah bayak.

Demikianlah penjelasan singkat tentang jenis-jenis gunting khusus penjahit. Untuk memaksimalkan kinerja gunting harus selalu dirawat agar terjaga ketajamannya.

a. Teknik penggunaan alatFungsi teknik penggunaan alat adalah agar alat yang digunakan selama proses produksi busana tidak mudah rusak dan terjamin keselamatan kerjanya. Sebelum menggunakan alat untuk proses produksi busana, harus mengetahui karakteristik dan teknik memakai alat yang digunakan. Alat yang perlu diketahui cara penggunaan dan karakteristiknya, adalah:1) Gunting . Gunting kain terdiri dari dari dua jenis, yaitu gunting gunting tangan dan gunting mesin. Gunting tangan bergagang dua lubang, yaitu lubang besar dan lubang kecil. Gagang lubang besar sebagai tempat empat jari dan lubang kecil untuk tempat ibu jari. Penggunaan gunting benang dilakukan dengan cara menjepit penggangannya, karena gunting ini hanya memiliki satu pegangan untuk menempatkan dua jari. Untuk keperluan memotong, gunting harus tajam, dan untuk menguji ketajaman gunting lakukan dengan cara menggunting perca pada bagian seluruh mata gunting. Jika bekas guntingan tidak berbulu, berarti gunting cukup tajam. Gunting kain tidak boleh digunakan untuk menggunting bahan lain. 2) Penggaris . Teknik penggunaan penggaris jahit sama dengan penggunaan pengaris untuk kertas. Penggaris untuk menjahit bisa berfungsi sebagai alat ukur, tetapi fungsi utama adalah untuk membentuk membuat garis pada saat pembuatan pola busana. Penggunaannya dengan cara menempatkan penggaris di atas kain yang akan digambari pola busana dengan menghubungkan titik yang sudah ditandai dengan titik lain. 3) Rader  . Rader digunakan berpasangan dengan karbon jahit. Rader yang baik adalah waktu pemakaian rader, rodanya dapat dipergunakan dengan lancar dan tidak oleng.  Karbon  jahit yang dipakai yaitu karbon jahit yang khusus untuk kain. Warna karbon antara lain: putih, kuning, hijau, dan merah. Jangan memakai karbon mesin tik karena bekas karbon mesin tik tidak dapat hilang walaupun sudah dicuci. 4) Pencabut benang . Penjabut benang adalah alat yang digunakan untuk mencabut benang ketika terjadi kesalahan menjahit. Alat ini berupa logam yang ujungnya bercabang dan bagian tengah dari cabang tersebut sangat tajam. Cara menggunakan alat ini dengan cara menyelipkan ujung alat di antara benang yang akan dicabut atau dihilangkan, kemudian mendorongnya sampai benang terputus. 5) Jarum . Jarum yang digunakan menjahit antara lain: jarum jahit mesin, jarum tangan, jarum pentul, pengait benang, dan tempat penyimpan jarum. Jarum mesin dan jarum tangan terbuat dari baja berujung tajam agar bahan yang dijahit tidak rusak. Jarum tangan mempunyai tingkatan nomor. Jarum tangan yang baik adalah jarum yang panjang dan ramping. Jarum jahit tangan digunakan untuk menghias menyisip dan menjelujur. Jarum pentul terbuat dari baja dengan panjang 2,5 cm sampai 3 cm. jarum pentul berkepala dengan warna bermacam-macam. Pengait benang adalah alat yang digunakan untuk pengait benang ke lubang jarum. Alat ini sangat berguna bagi yang mengalami kesulitan dalam memasukkan benang ke lubang jarum karena penglihatan yang kurang tajam. 6) Mesin jahit . Mesin jahit yang umum digunakan adalah mesin jahit manual yang dioperasikan dengan kayuhan kaki. Mesin jahit listrik dengan penggerak motor atau dinamo. Mesin jahit dapat bekerja lebih cepat dengan hasil lebih baik. Pemakaian mesin jahit manual dengan cara mengayuh pedal dengan kaki ke atas dan ke bawah. Sebelum kaki menggayuh pedal, dibantu dengan tangan yang menggerakkan roda mesin jahit yang ada pada bagian kanan mesin jahit ke arah dalam atau ke arah tubuh penjahit. Sedangkan pemakaian mesin jahit listrik dilakukan dengan cara menghubungkan stop kontak pada sumber listrik, kemudian menginjak pedal motor mesin jahit dengan lembut.     7) Setrika.  Setrika adalah alat pres panas yang berfungsi untuk menghaluskan kain agar terlihat rapi. Panas setrika harus disesuaikan dengan bahan yang akan dipres. Setrika ada dua jenis, yaitu setrika listrik dan setrika arang. Pemakaian setrika listrik, langkah awal adalah menghubungan sumber listrik dengan setrika, kemudian mengatur tingkat panas sesuai dengan bahan yang akan dipres. Pengaturan panas nomor 2 untuk silk dan nilon, nomor 3 untuk polyester dan rayon, nomor 4 untuk wool nomor 5 untuk katun dan nomor 6 untuk linen. Seandainya memakai seterika yang sumber panasnya 300 watt bisa untuk mengepres polyester dan rayon dan dengan mengalas kain katun basah. 8) Boneka jahit atau manekin torso . Boneka jahit berfungsi untuk mengetahui sesuai tidaknya busana pada tubuh pemakai. Pengunaan boneka jahit seperti penggunaan baju pada tubuh yang akan menggunakan busana tersebut. Jadi yang perlu dilihat adalah tepat dan serasi  kain pada tubuh pemakai busana. 9) Kapur atau pensil jahit . Kapur jahit, berbentuk segitiga dengan sisi tipis warna putih, merah, kuning, biru, sedang pensil jahit mempunyai isi kapur yang mempunyai warna yang beraneka ragam. Penggunaan kapur jahit dibantu dengan pengaris dan tanpa bantuan penggaris. penggunaan warna kapur atau pensil kapur harus berbeda dengan warna kain yang hendak diberi tanda. Misalnya ketika akan memberi tanda pada kain berwarna putih, maka tidak boleh memakai kapur berwarna putih.

10) Meteran atau alat ukur . Proses pembuatan pakaian mulai dari persiapan pola sampai penyelesaian memerlukan alat ukur. Ketelitian dalam mengukur memberikan sumbangan untuk memperoleh hasil berkualitas. Saat mengukur haruslah diusahakan setepat mungkin.

Kami berharap semoga jawaban tentang Apa nama alat yang digunakan untuk memotong kain maupun benang ini ada manfaatnya untuk anda semuanya.

Apabila om dan tante memerlukan bantuan yang lain,anda boleh hubungi kita melalui formulir kontak.

Apa nama alat yang digunakan untuk memotong kain maupun benang | admin | 4.5