Apa awal mulanya tema tari Remo yang dibuat oleh seniman seniman jalanan pada masa lalu

By On Monday, September 19th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Apa awal mulanya tema tari Remo yang dibuat oleh seniman seniman jalanan pada masa lalu – Hi tante dan om semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke situs situspanda ini. Kali ini, saya di blog situspanda akan share Q dan A yang mantab yang menampilkan tentang Apa awal mulanya tema tari Remo yang dibuat oleh seniman seniman jalanan pada masa lalu. Sebaiknya teman dapat mengecek yang dibawah ini:

Sudah menjadi kabar umum memang bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan adat budayanya. Salah satunya yakni seni tari tradisional yang tersebar di masing masing daerahnya. 

Di mana setiap gerakannya memiliki ciri khas, misalnya saja Tari Remo berasal dari Jawa Timur. Ingin tahu bagaimana asal muasal dan maknanya? Simak ulasan berikut.

Apa Itu Tari Remo?

Dianggap sebagai salah satu warisan budaya nusantara, asal tari remo sendiri yakni Provinsi Jawa Timur lebih tepatnya Kabupaten Jombang. 

Jadi tak heran jika masyarakat sekitar kerap menampilkan tarian tradisional satu ini dalam acara penyambutan tamu kehormatan. Bahkan di beberapa kesempatan, kesenian ini kerap dipertunjukkan dikala hari peringatan nasional.

Ada kalanya, tarian ini digunakan sebagai tampilan pembuka untuk acara kesenian Ludruk. Meski berasal dari Jombang, namun di beberapa daerah seperti Malang, Surabaya, dan lainnya tarian ini dikenal dengan istilah Tari Remong. 

Hal ini tak lain karena dipengaruhi oleh kultur budaya di masing masing daerah, tapi masih banyak kesamaan. Tidak sedikit pula masyarakat sekitar menyebut tarian ini dengan Ngremo, yang mana dibawakan oleh laki laki dan wanita. 

Tidak jauh beda dengan kesenian lainnya, tarian satu ini pun tak sarat akan nilai historisnya. Oleh karena itulah, tari remo berasal dari Jombang ini memiliki gerakan unik yang tak dapat dijumpai di budaya lainnya. 

Sejarah Tari Remo

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, jika asal usul tari remo dari salah satu desa di Jombang yakni Desa Ceweng, Kecamatan Diwek. Ternyata dulunya, tarian ini diciptakan oleh para seniman jalanan dengan mengusung tema atau cerita pangeran gagah nan berani. 

Konon ceritanya, Ngremo memiliki cerita tentang perjuangan seorang pangeran di tengah medan pertempuran.

Awalnya, tarian ini hanya diperkenalkan di jalanan atau istilahnya mengamen. Namun semenjak tahun 1920 an, bersamaan dengan kesenian Ludruk, tarian satu ini pun mulai  berkembang pesat. 

Pada tahun itu, tarian ini memiliki sifat yang sangat religius. Namun kemudian bergeser sebagai kesenian yang dipergunakan untuk menghibur masyarakat.

Hingga kini, tarian asal Jawa Timur ini kerap dipertunjukan di berbagai acara tertentu, termasuk sebagai pembukaan pentas Ludruk. Banyak pula yang menggunakannya sebagai sarana komunikasi. 

Bila Ludruk dan Ngremo dijadikan satu, maka akan menggambarkan suatu realitas politik di masa pergerakan. Yang mana tarian ini menjadi sangat khas dengan tema keprajuritannya.

Dulu, Ngremo hanya dilakukan oleh kaum laki laki saja lantaran sesuai dengan tema yang diusungnya. Tetapi kini tari remo berasal dari Jawa Timur ini banyak dibawakan oleh perempuan, sehingga disebut sebagai Tari Remo Wanita. 

Meski dilakukan oleh perempuan, tapi pakaian yang dikenakan tetap busana pria. Tentu aura yang dipancarkan tidak jauh beda.

Bukan hanya dikembangkan di Jombang, Ngremo pun disebarkan ke berbagai daerah lainnya di Provinsi Jawa Timur. Yang mana perkembangan ini sangat berkaitan dengan adanya akulturasi adat budaya di masing masing daerah. 

Diantaranya Gaya Surabayanan dari Surabaya, Gaya Jombang dari Jombang, Gaya Malangan dari Malang, dan masih banyak lainnya.

Baca juga: Mengenal Tari Saman Lebih Dekat: Sejarah, Makna Gerakan, dan Keunikannya yang Memukau

Makna dan Filosofi Tarian Remo

Seperti kesenian pada umumnya, tarian asal Jawa Timur ini pun mengandung berbagai unsur seni, filosofi dan makna pada setiap gerakannya. Karena gerakan Tari Remo seperti gerakan ‘gedruk’ yakni gerakan kaki yang menghentak ke tanah. 

Gedruk ini memiliki makna bahwa masing masing insan harus mempunyai suatu kesadaran diri atas setiap kehidupan di muka bumi.

Ada pula gerakan ‘gendewa’, yang memiliki makna jika manusia mempunyai sikap yang gesit layaknya anak panah yang terlepas dari busurnya. Kemudian ada gerakan ‘tepisan’, yang mana mengandalkan kecepatan dan ketepatan tangan. 

Makna Tari Remo pada gerakan tersebut ialah penyatuan diri dengan kekuatan alam. Sementara gerakan ‘ngore remo’, artinya memperbaiki diri secara fisik.

Karakter Penari Remo

Selain mengetahui makna dan sejarahnya, alangkah baiknya jika mengulik lebih dalam lagi mengenai konsep yang diusungnya. 

Sebetulnya inilah letak dari keunikan tari remo berasal dari daerah Jombang, yang mana mencakup dari beberapa aspek yakni penari, gerakan tari, busana, dan lainnya. Untuk itu, pertama mari bahas mengenai penari yang ikut berkontribusi dalam pertunjukannya.

Awalnya, tarian satu ini memang dibawakan oleh penari laki laki. Hal ini mengingat alur ceritanya yang mengisahkan tentang seorang pangeran dengan karakter gagah beraninya di medan pertempuran. 

Jadi tak heran jika penari harus menonjolkan sikap gentle dan karakter maskulinitasnya. Apalagi karakter penari memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan nilai historisnya.

Sebetulnya, jumlah penari dalam Ngremo ini hanya butuh satu orang saja. Tetapi pada kenyataannya, ada kalanya tarian ini dibawakan lebih dari satu orang. 

Tentunya hal tersebut bukan masalah besar, bahkan diperbolehkan saja. Tari Remong kini dianggap lebih garang bila ditampilkan oleh penari perempuan. Karena itulah, muncul Ngremo gaya perempuan.

Gerakan dan Iringan Tarian Remo

Unsur tari yang tidak boleh ditinggalkan yakni gerakan dan iringan musiknya. di mana salah satu gerakan khasnya yakni gerak kaki menghentak secara dinamis atau gredug. 

Biasanya kaki para penari akan dikenakan gelang kaki yang mana terdapat lonceng kecil. Sehingga mampu menghasilkan bunyi kerincingan yang sangat unik selama tarian dimulai.

Selain itu, gerakan menghentakkan kaki pada tari remo berasal dari Jawa Timur ini menciptakan bunyi yang bersahut sahutan dengan alunan musik pengiringnya dan membentuk harmonisasi. 

Gerakan berikutnya yang tak kalah menarik yakni gerakan sampur atau menghempas selendang, gerakan kepala, dan juga kuda kuda penari diikuti mimik wajah yang sangat ekspresif.

Selama melakukan tarian, para penari juga memperhatikan pola lantai Tari Remo. Yang mana biasanya kenakan pola lantai diagonal yaitu pola yang membentuk garis menyudut ke kanan maupun ke kiri. 

Sementara, alunan musiknya sendiri berasal dari gamelan yang terdiri dari bonang penerus, gambang, saron, bonang barung, gender, seruling, slentem, siter, kethuk, gong, dan kempul.

Kostum dan Properti Tarian Remo

Konsep menarik lainnya yang terdapat pada Tari Remong yakni kostum beserta properti yang digunakan. Karena tarian ini telah diadopsi di beberapa daerah di Jawa Timur, sehingga kostum Tari Remo pun cukup bervariasi menyesuaikan gayanya. 

Meski setiap daerah memiliki gaya busana berbeda, namun semuanya memiliki beberapa aksesori yang sama dan selalu dikenakan.

Diantara properti Tari Remo yakni  ikat kepala khusus berwarna merah, celana hitam sepanjang lutut, pakaian dengan lengan panjang, kain batik khas pesisiran, keris, selendang, stagen, dan gelang kaki berlonceng. 

Sementara kostum yang dikenakan untuk penari  perempuan pada tari remo berasal dari Jawa Timur ini sedikit berbeda, lantaran ada beberapa penambahan.

Ngremo menjadi salah satu warisan budaya yang wajib untuk dilestarikan. Terlebih lagi, tarian ini memiliki karakteristik khas wilayah Jawa Timur yang jarang dijumpai di beberapa wilayah nusantara lainnya. 

Meski dalam perkembangannya, fungsi Tari Remong alami perubahan namun untuk saat ini keberadaan cukup dinantikan dan dihargai lantaran digunakan sebagai penyambutan tamu agung.

Baca juga: Tari Barong Bali: Sejarah, Makna Gerakan, Pola Lantai dan Keunikannya

Tari Remo Jombang – Sobat muda travelling, Jika sobat muda termasuk pecinta dunia seni, maka sobat pasti kenal apa itu Tari Remo.

Ya Tari Remo adalah tarian khas Jawa Timur. Tari Remo sendiri awalnya diciptakan di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Alkisah tari ini diciptakan oleh seniman-seniman jalanan pada masa lalu.

Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar pertunjukan Ludruk.

Pertama kali tarian ini diperkenalkan adalah dengan cara keliling di jalanan dan mengamen.

Tari Remo Jombang – Sumber: romadecade.org/tari-remo

Seiring dengan perkembangan konsep tarian, jenis tarian ini banyak dikenal oleh masyarakat luas, terutama daerah-daerah tetangganya.

Selanjutnya, tarian ini disesuaikan dengan tradisi-tradisi di daerah setempat tersebut.

Ciri khas Tari Remo Jombang

Pada umumnya Tari Remo Jombang ini dibawakan oleh para penari laki – laki  dengan gerakan yang menggambarkan seorang Pangeran yang gagah berani.

Namun seiring waktu, Tari Remo ini juga dimainkan oleh penari wanita. Jika penarinya wanita maka akan disebut Tari Remo Putri.

Gerakan dalam Tari Remo lebih mengutamakan gerakan kaki yang rancak dan dinamis.

Dalam pertunjukannya penari dilengkapi dengan gelang lonceng kecil yang dipasang di pergelangan kaki.

Sehingga saat penari melangkah atau menghentakkan kakinya maka lonceng kecil tersebut akan berbunyi.

Unsur gerak dalam tarian biasa dipadukan dengan iringan musik, sehingga suara lonceng dapat berpadu dengan musik pengiring.

Selain gerakan kaki, unsur gerak Tari Remo lainnya adalah gerakan selendang atau sampur, gerakan kepala, ekspresi wajah dan kuda-kuda penari.

Ciri khas Tari Remo Jombang – Sumber: sarilita.blogspot.com

Untuk musik pengiring Tari Remo sendiri biasa digunakan musik Gamelan yang terdiri dari bonang, saron, gambang, gender, sinter, seruling, kethuk, kenong, kempul, dan gong.

Jenis irama atau gendhing yang dibawakan oleh musik pengiring biasanya seperti jula-juli dan tropongan.

Selain itu juga biasanya menggunakan gendhing walangkekek, krucilan, gedok rancak dan gendhing lainnya.

Untuk Tari Remo dalam pertunjukan kesenian Ludruk biasanya penari juga menyelakan sebuah lagu di tengah-tengah tariannya.

Keunikan Busana Tari Remong Jombang

Masing-masing daerah di sekitar wilayah Jombang memiliki khas pakaian tersendiri.

Sehingga busana Tarian Remo dapat memiliki Gaya Surabaya, Sawunggaling, Malangan, atau Jombangan.

Tetapi ada unsur umum dalam busana tarian ini, yang biasanya mengenakan semacam ikat kepala berwarna merah, baju lengan panjang, celana dengan panjang selutut, kain batik pesisiran, aksesoris setagen, keris, selendang, serta gelang lonceng.

Busana Tari Remong Jombang – Sumber: cintanegeri.com

Uniknya lagi busana Tari Remo Putri sedikit berbeda dengan busana Tarian Remo untuk pria.

Pada umumnya busana perempuan mengenakan sanggul, mekak hitam yang menutupi bagian dada, rapak yang dikenakan pada bagian pinggang hingga lutut, serta selendang pada bahu.

Kekhasan busana masing-masing daerah ditambah variasi pada busana penari putri, menambah kekayaan seni Tarian Remo ini sebagai tari khas Indonesia.

Pada berbagai acara, tarian ini sering disuguhkan pada publik. Salah satunya untuk makin menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Filosofi Dalam Tarian Tarian Remo 

Sebagaimana seni tarian khas Indonesia lainnya, Tari Remo menggambarkan berbagai filsafat kehidupan dan kearifan lokal.

Filsafat kehidupan ini terkandung erat dalam tiap gerakan-gerakannya.

Misalnya gerakan gedrug yang menghentak bumi menggambarkan kesadaran manusia atas kehidupan yang ada di muka bumi.

Baca Juga ya : 

Gerakan Gendewa menggambarkan gerakan manusia yang sangat cepat, ibaratnya sebutir anak panah yang dilepaskan dari busurnya.

Sedangkan filosofi mengenai penyaturan kekuatan lain dari alam kepada diri manusia, digambarkan dengan cara menggesek-gesekkan kedua telapak tangan.

Terakhir Ngore Remo melambangkan untuk merias diri, terutama dalam menata rambut.

Jika sobat muda travelling pecinta seni, sambil berwisata dan menikmati pertunjukan Tari Remo ini, tidaklah lengkap jika tidak mempelajari filsafat kehidupan yang dikandungnya.

Dengan memahami tiap makna gerakannya dan filosofi di dalamnya, sobat muda akan bisa lebih menikmati pertunjukan yang menarik ini.

Pelestarian Tari Remo

Sebagai kekayaan seni Indonesia, Tari Remo membutuhkan generasi-generasi muda yang mencintai seni, mau mempelajarinya dan melestarikannya.

Tari Remo sendiri sering ditampilkan di berbagai acara dan terbukti mengundang wisatawan.

Bahkan dalam masyarakat sendiri terdapat jargon “Dudu arek Suroboyo lek ra seneng Ngremo”, yang artinya “Bukanlah warga Surabaya kalau tidak mencintai Tari Remo”.

Ini membuktikan bahwa tarian khas ini sangat erat dengan masyarakat Jawa Timur.

Satu yang pasti jika sobat muda travelling berwisata ke Jawa Timur, jangan melupakan untuk menyempatkan diri menyaksikan pertunjukan Tari Remo ini. Sobat muda berminat?

Kami berharap semoga solusi dari pertanyaan tentang Apa awal mulanya tema tari Remo yang dibuat oleh seniman seniman jalanan pada masa lalu di atas ada manfaatnya bagi kalian semuanya.

Kalau anda membutuhkan bantuan yang lain,Agan dan sista dapat kontak kita lewat form kontak kami.

Apa awal mulanya tema tari Remo yang dibuat oleh seniman seniman jalanan pada masa lalu | admin | 4.5