100 penyebab kematian teratas di AS 2022

By On Tuesday, November 1st, 2022 Categories : Tanya Jawab

100 penyebab kematian teratas di AS 2022 – Hi bapak dan ibu semua, Makasih banyak sudah mau datang di web site situspanda dot com ini. Pagi ini, saya di blog situspanda akan berbagi Q dan A yang wokeh yang mengulas tentang 100 penyebab kematian teratas di AS 2022. Ini dia om dan tante dapat simak yang setelah ini:

Penyakit kronis merupakan salah satu kategori penyakit dengan jumlah kematian terbanyak. Pada tahun 2018, kanker, stroke, penyakit ginjal, diabetes melitus, dan hipertensi yang termasuk ke dalam golongan penyakit kronis menjadi penyebab kematian penyakit tidak menular
tertinggi di Indonesia. Sebelum terlambat, mari pahami penyakit kronis, penyebab, gejala, dan cara mengatasinya secara umum.

Apa itu
penyakit kronis?

Dilansir dari laman resmi WHO (World Health Organization), penyakit kronis adalah penyakit yang terjadi dengan durasi panjang yang pada umumnya berkembang secara lambat serta terjadi akibat penggabungan antara faktor genetik, faktor fisiologis, lingkungan, dan perilaku. 

Berbeda dengan penyakit akut yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan sembuh dalam jangka pendek, penyakit kronis yang perlahan
memburuk seiring waktu hanya bisa diobati dengan pengobatan jangka panjang.

Suatu penyakit dapat dikategorikan sebagai penyakit kronis jika kondisi tersebut berlangsung 1 tahun atau lebih, serta perlu mendapatkan pengobatan rutin atau membatasi aktivitas hidup sehari-hari.

Rekomendasi Produk

Beberapa contoh penyakit kronis yang umum ditemukan di Indonesia adalah hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Penyakit
kronis rawan sekali untuk muncul di usia lansia pada umur 55-80 tahun. Ini dikarenakan penyebab dan faktor penyakit secara perlahan menyerang tubuh selama bertahun-tahun dan akan terlihat gejalanya saat usia sudah lebih tua. 

Jaminan Lifepack untuk Anda

100% Obat Asli

Semua produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari
selisih perbedaan harga.

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

Namun, tak dapat dipungkiri bahwa penyakit kronis juga dapat menyerang individu yang masih tergolong muda, pada usia 20-40an. 

Banyak faktor dan risiko yang menjadi penyebab penyakit, namun umumnya adalah gaya hidup yang kurang aktif dan pola makan yang tidak sehat.

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Kebersihan Apotek Selalu Terjaga

Apoteker selalu dicek suhu badannya

Apoteker selalu menggunakan Sanitizer

Kemasan obat praktis dan aman

Pengiriman dilakukan tanpa kontak langsung

Penyebab penyakit kronis 

Karena penyakit kronis merupakan kategori besar dari beberapa penyakit, penyebab tiap penyakit juga tentunya berbeda. Mulai dari diabetes hingga gagal
jantung, tiap penyakit memiliki faktor risiko dan pemicu yang berbeda pula.

Namun, risiko penyakit meningkat jika individu melakukan beberapa hal sebagai berikut.

Rekomendasi Produk

  1. Kurangnya aktivitas fisik

Individu yang rutin berolahraga atau bergerak dalam kesehariannya ditemukan lebih
sehat daripada individu dengan gaya hidup kurang aktif. 

Ketika tubuh tidak bergerak, risiko berat badan meningkat dan menjadi obesitas juga meningkat. Risiko penyakit kronis yang berkaitan dengan berat badan, seperti diabetes, hipertensi, dan jantung berpotensi lebih besar muncul.

Jaminan Lifepack untuk Anda

100% Obat Asli

Semua produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Dijamin
Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

  1. Kurangnya asupan dan nutrisi seimbang

Sayur-sayuran merupakan salah satu makanan pokok yang baik untuk memelihara kesehatan. Namun dengan adanya gizi sehat yang tidak mencukupi, tubuh akan menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Makan yang tinggi
gula, garam, serta lemak jenuh dapat meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, diabetes, serta kanker.

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Kebersihan Apotek Selalu Terjaga

Apoteker selalu dicek suhu badannya

Apoteker selalu menggunakan Sanitizer

Kemasan obat praktis dan aman

Pengiriman dilakukan tanpa kontak langsung

Tidak hanya itu, konsumsi
berlebihan di makanan atau minuman lain juga dapat memicu penyakit kronis. Contohnya dengan konsumsi alkohol yang dapat berujung pada gagal ginjal.

  1. Merokok

Jumlah perokok aktif Indonesia ditemukan meningkat dalam 10 tahun terakhir, menurut
data yang ditemukan oleh Kemenkes. Peningkatan perokok aktif juga tentunya memengaruhi peningkatan perokok pasif.

Rekomendasi Produk

Padahal, merokok juga salah satu faktor yang
cukup besar untuk penyakit kronis, khususnya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) serta kanker paru.

Cara mengatasi penyakit kronis

Pasien penyakit kronis harus segera diberikan perawatan yang tepat, guna mencegah komplikasi dan meredakan gejala yang dialami. Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat diberikan untuk membantu pasien seperti berikut.

Jaminan Lifepack untuk Anda

100% Obat Asli

Semua
produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

  1. Pengobatan dan konsultasi rutin

Dokter akan memberikan pasien obat yang mungkin diperlukan untuk meredakan dan mengontrol gejala. Selain itu, setiap perkembangan dan kondisi pasien harus selalu
diperiksakan ke dokter. Dengan begitu, pasien, keluarga, dan dokter dapat saling bahu-membahu memelihara kesehatan pasien.

  1. Menjaga pola makan yang lebih sehat

Biasanya, pemberian obat-obatan disarankan untuk dilakukan dengan konsumsi pola makan yang bernutrisi. Pasien dapat lebih memperhatikan setiap asupan yang akan dikonsumsi, agar tidak memperburuk kondisi.  Tingkatkan asupan sayur, buah, gandum utuh, kurangi makanan yang tinggi gula, garam, serta lemak
jenuh.

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Kebersihan Apotek Selalu Terjaga

Apoteker selalu dicek suhu badannya

Apoteker selalu menggunakan Sanitizer

Kemasan obat praktis dan aman

Pengiriman dilakukan tanpa kontak langsung

  1. Memulai pola hidup yang lebih aktif

Pola makan yang sehat juga sebaiknya dibarengi dengan pola
hidup yang sehat. Dokter mungkin akan merekomendasikan pasien untuk lebih rutin jalan santai, bersepeda, atau aktivitas lainnya yang lebih aktif. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap harinya.

  1. Jauhi pantangan dan pemicu

Ketika sudah memahami kondisi, segera jauhi pantangan dan pemicu. Minta bantuan keluarga atau orang terdekat agar dapat mengingatkan apa saja yang perlu dijauhi pasien. Tanyakan juga kepada dokter apa saja yang boleh dan tidak boleh
dilakukan, sehingga informasi tidaklah keliru.

Rekomendasi Produk

  1. Prosedur medis tertentu jika diperlukan

Sebagian penyakit kronis mungkin memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis yang lebih banyak, seperti pemeriksaan Elektrokardiografi, Ekokardiografi, tindakan cuci darah, ataupun operasi jika diperlukan untuk menunjang kesejahteraan pasien. Dengarkan saran dan rekomendasi yang diberikan oleh
dokter.

Itulah tadi informasi seputar penyakit kronis. Waspadai gejala penyakit kronis yang dapat berujung kepada komplikasi penyakit dengan periksakan diri ke dokter.

Jaminan Lifepack untuk Anda

100% Obat Asli

Semua produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

Ingin konsultasi dokter dan tebus obat resep?

Nikmati kemudahan konsultasi GRATIS dengan tim dokter berpengalaman Apotek Lifepack. Sampaikan keluhan dan kebutuhan obat Anda langsung ke dokter kami melalui WhatsApp di nomor 0811 1062 5888 atau melalui link berikut.

Dengan layanan digital Apotek Lifepack yang telah terintegrasi, Anda tidak perlu
lagi antre ketika menebus resep obat. Jika Anda telah memiliki resep obat, unggah foto resep Anda melalui aplikasi atau WhatsApp. Apoteker kami akan membantu memvalidasi resep Anda. Layanan tebus resep akan sangat membantu kebutuhan obat rutin pasien kronis.

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Kebersihan Apotek Selalu Terjaga

Apoteker selalu dicek suhu badannya

Apoteker selalu menggunakan Sanitizer

Kemasan obat praktis dan aman

Pengiriman dilakukan tanpa kontak langsung

Apa Itu Apotek Lifepack?

Apotek Lifepack menyediakan beragam obat bebas, obat rutin, suplemen, hingga alat kesehatan dengan harga hemat, produk original berlisensi BPOM, dan gratis ongkir se-Indonesia. Layanan Lifepack tersedia secara online maupun offline. Dapatkan konsultasi dokter gratis dan program
prioritas obat rutin secara khusus di layanan online kami. 

Kunjungi juga apotek offline kami di berbagai kota besar. Jakarta di alamat Infinia Park, Jl. Dr. Saharjo No.45, Manggarai, Tebet. Sedangkan Surabaya di Jl. Raya Manyar 11 F, Menur Pumpungan. Untuk warga Bandung, Anda juga bisa membeli obat di Apotek Lifepack Bandung di Jl. Abdul Rahman Saleh Nomor 1A Ruko D, Cicendo. Nantikan kehadiran Apotek Lifepack di kota-kota besar Indonesia lainnya.

Rekomendasi Produk

Jangan ragu juga untuk hubungi WhatsApp di nomor 0811 1062 5888 untuk beli obat, tebus resep, layanan konsultasi, dan lain-lainnya. Tim Asisten Apoteker kami akan membalas pesan Anda pada jadwal operasional, yaitu hari Senin – Minggu, pukul 07.00 – 23.00. Dapatkan informasi Apotek Lifepack lebih lanjut di sini.


Referensi

Jaminan Lifepack untuk Anda

100% Obat Asli

Semua produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

Freepik
Image by Lifestylememory

Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair
https://fkm.unair.ac.id/inilah-daftar-penyakit-penyebab-kematian-tertinggi-di-indonesia/#:~:text=Bahkan%20PTM%20menjadi%20penyebab%20kematian,%2C%20diabetes%20melitus%2C%20dan%20hipertensi.

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Kebersihan Apotek Selalu Terjaga

Apoteker selalu dicek suhu badannya

Apoteker selalu menggunakan Sanitizer

Kemasan obat praktis dan aman

Pengiriman dilakukan tanpa kontak langsung

Kementrian Kesehatan Penyakit Tidak Menular http://p2p.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2017/12/P2PTM_RAK2017.pdf

Kementrian
Kesehatan Survei Penggunaan Tembakau
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20220601/4440021/temuan-survei-gats-perokok-dewasa-di-indonesia-naik-10-tahun-terakhir/#:~:text=Dalam%20temuannya%2C%20selama%20kurun%20waktu,juta%20perokok%20pada%20tahun%202021

Penyebab utama kematian, total populasi, berdasarkan kelompok usia1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

Frekuensi: & nbsp; tahunan

Tabel: 13-10-0394-01 (sebelumnya CANSIM & NBSP; 102-0561)

Tanggal Rilis: 2022-01-24

Geografi: Kanada

Membantu

Kustomisasi tabel

Usia pada saat kematian: 10

Seks: 11

Periode referensi

Dari untuk:

Menunjukkan catatan records

Tidak ada hasil yang ditemukan.

Catatan:

Cara mengutip: Statistik Kanada. Tabel 13-10-0394-01 & nbsp; Penyebab utama kematian, total populasi, berdasarkan kelompok umur Statistics Canada. Table 13-10-0394-01  Leading causes of death, total population, by age group

Doi: https://doi.org/10.25318/1310039401-eng
https://doi.org/10.25318/1310039401-eng

Informasi terkait

Menggantikan

  • Penyebab utama kematian di Kanada

Sumber (Survei dan Program Statistik)

  • Statistik Vital – Database Kematian

Produk-produk terkait

Analisis

  • Statistik Singkat: Kematian 2020

Subjek dan kata kunci

Subjek

  • Populasi dan demografi
  • Kesehatan
    • Harapan dan Kematian Hidup

Laporkan masalah di halaman ini

Apakah ada sesuatu yang tidak berhasil? Apakah ada informasi yang sudah ketinggalan zaman? Tidak dapat menemukan apa yang Anda cari?

Silakan hubungi kami dan beri tahu kami bagaimana kami dapat membantu Anda.

Pemberitahuan Privasi

Tanggal dimodifikasi: 2022-10-31

Apa 10 kematian terkemuka teratas?

Penyebab utama kematian di seluruh dunia.

penyakit jantung..

infeksi pernapasan bawah ..

kanker paru-paru..

Penyakit dan demensia Alzheimer ..

Apa penyebab utama kematian di AS CDC?

Cedera dan kekerasan adalah penyebab utama kematian | Pusat Cedera | CDC.

Semua grafik interaktif kami tentang penyebab kematian

Definisi: Penyebab Kematian vs Faktor Risiko

Penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan penyebab kematian dan faktor risiko yang terkait dengan kematian dini:

Dalam kerangka epidemiologis dari Studi Global Burden of Disease, setiap kematian memiliki satu penyebab spesifik. Dengan kata -kata mereka sendiri: ‘Setiap kematian dikaitkan dengan satu penyebab yang mendasari – penyebab yang memprakarsai serangkaian peristiwa yang mengarah ke kematian’.2

Ini berbeda dari kematian yang terjadi karena faktor risiko. Kematian ini adalah perkiraan pengurangan jumlah kematian yang akan dicapai jika faktor risiko yang diekspos suatu populasi akan dihilangkan (dalam kasus merokok tembakau, misalnya) atau dikurangi ke tingkat yang optimal dan sehat (sehat (tingkat sehat (yang optimal (sehat (tingkat yang optimal (sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat Dalam kasus indeks massa tubuh). & nbsp;

Di bawah ini, di bagian kami tentang pengukuran, Anda menemukan penjelasan yang lebih rinci.

Bagan Terkait – Saham Kematian Berdasarkan Penyebab. Bagan ini menunjukkan rincian kematian global demi sebab, diberikan sebagai bagian dari kematian tahunan, bukan angka absolut. This chart shows the breakdown of global deaths by cause, given as the share of annual deaths, rather than the absolute number.

Penelitian Terkait: Kami mempelajari perbedaan utama dalam kematian di seluruh dunia menggunakan contoh -contoh negara di posting kami di sini. We study
the major differences in mortality across the world using country examples in our post here.

Penyebab kematian berdasarkan kategori

Dalam visualisasi kita melihat distribusi kematian global dipecah oleh tiga kategori luas:

  • 1-berwarna kuning: cedera yang disebabkan oleh kecelakaan jalan, pembunuhan, kematian konflik, tenggelam, kecelakaan terkait api, bencana alam dan bunuh diri.
  • 2-Biru: Penyakit tidak menular. Ini sering kali kronis, penyakit jangka panjang dan termasuk penyakit kardiovaskular (termasuk stroke), kanker, diabetes dan penyakit pernapasan kronis (seperti penyakit paru kronis dan asma, tetapi tidak termasuk penyakit pernapasan infeksi seperti tuberkulosis dan influenza).
  • 3 – dalam warna merah: Penyakit menular (mis. Penyakit menular) seperti HIV/AIDS, malaria, dan tuberkulosis bersama dengan kematian ibu, kematian neonatal dan kematian akibat kekurangan gizi.

Ini ditunjukkan untuk kematian global sebagai default, tetapi dapat dilihat untuk negara atau wilayah mana pun menggunakan “negara perubahan” beralih pada grafik interaktif.

Di tingkat global kita melihat bahwa sebagian besar kematian disebabkan oleh & nbsp; penyakit tidak menular & nbsp; (NCDS). Secara kolektif NCDS menyumbang lebih dari 73% kematian global. Karena dunia membuat kemajuan dalam perang melawan banyak penyakit menular, dan seiring bertambahnya usia populasi, kita berharap bahwa NCD akan menjadi semakin dominan sebagai penyebab kematian.

Bagan Terkait – Tingkat Kematian dari Penyebab Kematian. Bagan ini menunjukkan tingkat kematian akibat penyakit menular, penyakit dan cedera yang tidak menular dari waktu ke waktu. This chart shows the death rate from infectious diseases, non-communicable diseases and injuries over time.

Rincian kematian berdasarkan usia

Lebih sedikit orang mati di usia muda

Dalam grafik ini kita melihat rincian kematian oleh braket usia. Secara global semakin sedikit orang yang meninggal pada usia muda.

Pada 2017, ada 56,5 juta kematian secara global; Lebih dari setengahnya adalah orang yang berusia 70 tahun atau lebih; 26% berusia antara 50 dan 69 tahun; 13% adalah antara 15 dan 49; Hanya 1% yang lebih tua dari 5 dan lebih muda dari 14; dan hampir 9% adalah anak -anak di bawah usia 5 tahun.

Usia di mana orang mati telah berubah secara signifikan sejak tahun 1990. Lebih sedikit orang meninggal pada usia muda. Pada tahun 1990 hampir seperempat dari semua kematian berada pada anak-anak di bawah 5. Pada tahun 2019, ini telah menurun menjadi di bawah 9%. Sebaliknya, bagian kematian di braket usia lebih dari 70-an telah meningkat dari sepertiga menjadi setengah dari semua kematian selama periode ini.

Dimungkinkan untuk mengubah bagan ini ke negara atau wilayah lain di dunia. Di negara -negara dengan kesehatan yang baik, bagian yang sekarat pada usia muda sangat rendah. Di Jepang lebih dari 85% berusia 70 tahun atau lebih.

Penyebab kematian anak -anak di bawah 5 tahun

Bagan ini menunjukkan jumlah kematian pada anak -anak di bawah 5 tahun karena alasan.

Through the combination of neonatal (newborn infants less than 28 days old) disorders, infections and congenital (from birth) defects, we see that the largest share of deaths in under-5s arises from complications at birth or in the first few weeks of life . Di bawah 5 juga sangat rentan terhadap infeksi pernapasan yang lebih rendah, penyakit menular, infeksi diare, kekurangan gizi dan defisiensi gizi.

Ini ditunjukkan untuk kematian di seluruh dunia. Tetapi Anda dapat mengeksplorasi data tentang jumlah kematian tahunan berdasarkan alasan untuk negara atau wilayah mana pun menggunakan sakelar “negara ganti”.

Tingkat kematian di Under-5 biasanya jauh lebih rendah di negara-negara berpenghasilan tinggi, dan sifat kematian ini berbeda dari pendapatan yang lebih rendah. Di Inggris, misalnya, kematian anak cenderung sangat didominasi oleh komplikasi neonatal. Kematian akibat penyakit menular dan diare dan kekurangan gizi sangat rendah. Sebaliknya, penyakit menular dan kekurangan gizi adalah penyebab besar kematian di negara-negara berpenghasilan rendah.


Penyebab kematian untuk anak -anak antara 5 dan 14

Visualisasi ini menunjukkan penyebab kematian anak -anak yang meninggal antara usia 5 dan 14 tahun.

Secara global, kematian di braket berusia 5-14 tahun menyumbang persentase kecil dari total (1-2%).

Ada enam penyebab dominan kematian dalam kategori usia ini. Penyebab utama secara global pada anak berusia 5-14 tahun adalah kecelakaan di jalan, kanker, dan malaria. Infeksi pernapasan bawah, HIV/AIDS, penyakit diare, dan tenggelam adalah semua penyebab dominan biasanya dalam kisaran 40.000-50.000 kematian pada tahun 2017.

Sekali lagi, distribusi ini bervariasi berdasarkan negara. Di Amerika Serikat, misalnya, kanker adalah penyebab utama kematian. Di India, penyakit diare; Di Bangladesh dan Cina tenggelam; dan di Afrika Selatan HIV/AIDS.

Penyebab kematian untuk anak berusia 15 hingga 49 tahun

Visualisasi ini menunjukkan penyebab kematian mereka yang meninggal antara usia 15 dan 49.

Dalam kategori 15 hingga 49 tahun, kita melihat bahwa penyakit tidak menular (NCD) mulai menjadi dominan. Secara global penyebab utama kematian pada kelompok usia ini adalah penyakit kardiovaskular, mengikuti kanker yang keduanya menyumbang lebih dari satu juta kematian. Kecelakaan jalan, HIV/AIDS dan bunuh diri semuanya signifikan dalam kelompok ini.

Untuk beberapa negara, seperti Afrika Selatan, sejauh ini penyebab kematian dominan adalah HIV/AIDS pada usia 15 hingga 49 tahun. Di sejumlah negara (khususnya di seluruh Amerika Latin, termasuk Brasil dan Meksiko), pembunuhan adalah penyebab dominan untuk 15-49 tahun.

Penyebab kematian untuk anak berusia 50 hingga 69 tahun

Visualisasi ini menunjukkan penyebab kematian mereka yang meninggal antara usia 50 dan 69.

Pada usia 50 hingga 69 tahun, penyakit tidak menular (NCD) sangat dominan-di sini penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan dan diabetes adalah penyebab utama. Dengan pengecualian HIV/AIDS dan TBC yang untuk beberapa negara naik ke penyebab utama, variabilitas global dalam penyebab kematian untuk anak berusia 50-69 tahun jauh lebih rendah daripada kategori usia yang lebih muda.

Penyebab kematian bagi orang yang lebih tua dari 69 tahun

Visualisasi ini menunjukkan penyebab kematian orang yang berusia 70 tahun ke atas pada saat kematian mereka.

Untuk kategori usia tertua (70 tahun ke atas), penyakit tidak menular (NCD) masih mendominasi, namun penyebab kematian lainnya termasuk Alzheimer/demensia, dan penyakit diare juga menjadi dominan. Penyakit diare tetap dalam beberapa penyebab utama kematian pada anak berusia 70+ tahun untuk banyak negara berpenghasilan rendah, meskipun relatif rendah pada pendapatan yang lebih tinggi.

Faktor Risiko Kematian

Penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan & nbsp; penyebab & nbsp; kematian dan & nbsp; faktor risiko & nbsp; terkait dengan kematian dini:

Dalam kerangka epidemiologis dari Studi Global Burden of Disease, setiap kematian memiliki & nbsp; satu & nbsp; penyebab khusus. Dengan kata -kata mereka sendiri: ‘Setiap kematian dikaitkan dengan satu penyebab yang mendasari – penyebab yang memprakarsai serangkaian peristiwa yang mengarah ke kematian’.

Ini berbeda dari kematian yang terjadi karena faktor risiko. Kematian ini adalah perkiraan pengurangan jumlah kematian yang akan dicapai jika faktor risiko yang diekspos suatu populasi akan dihilangkan (dalam kasus merokok tembakau, misalnya) atau dikurangi ke tingkat yang optimal dan sehat (sehat (tingkat sehat (yang optimal (sehat (tingkat yang optimal (sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat (tingkat sehat Dalam kasus indeks massa tubuh). & NBSP; Faktor risiko dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori luas: & nbsp; risiko perilaku, risiko lingkungan, risiko pekerjaan, dan risiko metabolisme.

Semua perkiraan ini dikembangkan secara independen. Ini berarti bahwa kita tidak dapat menyimpulkan semua ‘kematian yang dikaitkan’ dan menyimpulkan bahwa ini adalah jumlah kematian yang sebenarnya. Jumlah kematian yang dikaitkan dengan faktor risiko dalam banyak kasus melebihi mereka karena penyebab kematian.

Di bawah ini, di bagian kami tentang pengukuran, kami menjelaskan secara lebih rinci bagaimana ahli epidemiologi dari Studi Global Burden of Disease mengaitkan faktor risiko dengan kematian.

Jumlah kematian karena faktor risiko

Perkiraan yang ditunjukkan dalam visualisasi ini menunjukkan jumlah kematian yang dikaitkan dengan faktor risiko spesifik pada tahun 2017.

Di sini kita melihat bahwa ada beberapa faktor risiko dominan untuk kematian: terutama, yang terkait dengan faktor gaya hidup diet dan aktivitas (termasuk tekanan darah, aktivitas fisik, indeks massa tubuh, gula darah, dan asupan makanan); merokok; polusi udara (baik di luar ruangan maupun dalam ruangan); faktor lingkungan termasuk air bersih dan sanitasi; dan seks yang aman (untuk pencegahan HIV/AIDS).

Ini ditunjukkan untuk kematian di seluruh dunia. Tetapi Anda dapat mengeksplorasi data tentang jumlah kematian tahunan berdasarkan alasan untuk negara atau wilayah mana pun menggunakan sakelar “negara ganti”. Kontribusi faktor risiko spesifik bervariasi secara signifikan menurut negara.

Untuk sebagian besar negara berpenghasilan tinggi, faktor risiko dominan adalah yang terkait dengan diet sehat, merokok dan asupan alkohol. Faktor risiko lain seperti air bersih, sanitasi, dan pemborosan anak atau stunting sangat rendah. Di negara-negara berpenghasilan rendah, kebalikannya benar: di Sierra Leone misalnya, faktor risiko teratas termasuk pemborosan anak, polusi udara rumah tangga, sumber air yang tidak aman, sanitasi yang buruk, dan kurangnya akses ke fasilitas pencucian tangan. Untuk negara -negara di mana HIV/AIDS adalah beban kesehatan utama, seperti Afrika Selatan dan Kenya, seks yang tidak aman adalah faktor risiko teratas.

Data di sini diukur di semua kelompok umur dan kedua jenis kelamin – angka untuk kelompok umur tertentu dirinci di bawah ini.

Faktor risiko kematian berdasarkan usia

Penyebab karena sebab

  • Penyakit kardiovaskular
  • Kanker
  • Demensia
  • Penyakit diare
  • TBC
  • Malnutrisi
  • HIV/AIDS
  • Malaria
  • Merokok
  • Bunuh diri
  • Pembunuhan
  • Bencana alam
  • Insiden jalan
  • Tenggelam
  • Api
  • Terorisme
  • Kematian oleh Hewan

Penyakit kardiovaskular

Kanker

Demensia

Penyakit diare

TBC

Malnutrisi

Kanker

Demensia

Penyakit diare

Demensia

Penyakit diare

TBC

Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit diare

TBC

Malnutrisi

TBC

Malnutrisi

Malaria

Merokok

Bunuh diri

Malnutrisi

Malnutrisi

Malaria

Dalam peta kita melihat tingkat kematian akibat malnutrisi energi protein di seluruh dunia.

Tarif tertinggi terlihat di seluruh Afrika sub-Sahara, yang biasanya dalam kisaran 10-100 per 100.000 orang. Untuk sebagian besar negara, tingkat ini di bawah 5 per 100.000. Di Korea Utara selama periode kelaparannya, tarif mencapai lebih dari 400 per 100.000.

Informasi tambahan

HIV/AIDS

Infeksi dengan HIV (human immunodeficiency virus) dapat menyebabkan AIDS (sindrom imunodefisiensi yang didapat). AIDS menghasilkan penurunan bertahap dan persisten dan kegagalan sistem kekebalan tubuh, yang mengakibatkan peningkatan risiko infeksi yang mengancam jiwa dan & NBSP; kanker.

Dalam sebagian besar kasus, HIV adalah infeksi yang ditransmisikan secara seksual. Namun, HIV juga dapat ditularkan dari seorang ibu ke anaknya, selama kehamilan atau melahirkan, atau melalui menyusui. Transmisi non-seksual juga dapat terjadi melalui berbagi peralatan injeksi seperti jarum.

Di peta kita melihat tingkat kematian dari HIV/AIDS di seluruh dunia.

Sebagian besar negara memiliki tingkat kurang dari 10 kematian per 100.000 – seringkali jauh lebih rendah, di bawah 5 per 100.000. Di seluruh Eropa tingkat kematian kurang dari satu per 100.000.

Di seluruh Afrika Sub-Sahara, tarifnya jauh lebih tinggi. Sebagian besar negara di selatan kawasan memiliki tingkat lebih dari 100 per 100.000. Di Afrika Selatan dan Mozambik, lebih dari 200 per 100.000.

Malaria

Malaria adalah penyakit yang ditularkan dari orang ke orang dengan nyamuk yang terinfeksi. Gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi mentransmisikan parasit yang memasuki sistem darah korban dan bergerak ke hati orang tersebut di mana parasit mereproduksi. Di sana parasit menyebabkan demam tinggi yang melibatkan gemetar dan sakit. Dalam kasus terburuk, malaria menyebabkan koma dan kematian.

Di peta kita melihat tingkat kematian dari malaria di seluruh dunia.

Merokok

Merokok tembakau bukanlah penyebab langsung kematian, tetapi tetap saja salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia.

Merokok adalah salah satu faktor risiko terkemuka dunia untuk kematian dini. Tembakau faktor risiko untuk beberapa penyebab kematian utama dunia, termasuk paru -paru dan bentuk kanker, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan lainnya. & NBSP;

Di peta kita melihat tingkat kematian akibat tembakau merokok di seluruh dunia.

Bunuh diri

Setiap bunuh diri adalah tragedi. & NBSP; dengan intervensi berbasis bukti yang tepat waktu, bunuh diri dapat dicegah.6

Di peta kita melihat tingkat kematian akibat bunuh diri di seluruh dunia.

Pembunuhan

Pembunuhan yang disengaja didefinisikan sebagai “kematian yang melanggar hukum dengan sengaja ditimbulkan pada satu orang oleh orang lain” .7 kematian sipil dan militer selama & nbsp; perang antar negara, & nbsp; perang sipil & nbsp; dan & nbsp; genosida & nbsp; Bukti tentang kematian dalam artikel terkait.

Di peta kita melihat tingkat pembunuhan di seluruh dunia.

Bencana alam

Bencana alam dapat terjadi dalam berbagai bentuk – mulai dari gempa bumi dan tsunami, hingga peristiwa cuaca ekstrem, dan gelombang panas.

Peristiwa bencana terbesar seringkali jarang terjadi, tetapi makna berdampak tinggi ada variabilitas yang signifikan dalam kematian dari tahun ke tahun.

Di peta kita melihat tingkat kematian dari bencana alam di seluruh dunia.

Insiden jalan

Kematian insiden jalan termasuk pengemudi – kendaraan bermotor dan pengendara sepeda motor – selain pengendara sepeda dan kematian pejalan kaki.

Di peta kita melihat tingkat kematian dari insiden jalan di seluruh dunia.

Tingkat kematian biasanya terendah di seluruh Eropa Barat dan Jepang, dengan kurang dari 5 kematian per 100.000 orang. Di seluruh Amerika, tarif biasanya sedikit lebih tinggi pada 5 hingga 20; sebagian besar negara di Asia berada di antara 15 dan 30; dan tarif biasanya tertinggi di seluruh Afrika sub-Sahara dengan lebih dari 25 per 100.000.

Informasi tambahan

Tenggelam

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa tenggelam adalah salah satu penyebab kematian yang paling diabaikan dan dapat dicegah di seluruh dunia.8 Untuk setiap negara di dunia, tenggelam adalah salah satu pembunuh teratas untuk anak -anak. Di beberapa negara, seperti Bangladesh, ini adalah penyebab kematian teratas untuk anak -anak di bawah 15 tahun.

Di peta kita melihat tingkat kematian karena tenggelam di seluruh dunia.

Pada 2016, angka kematian tertinggi di Papua Nugini dan Seychelles, antara 10 hingga 16 kematian per 100.000. Tarif juga tinggi di negara -negara seperti Bangladesh, Republik Afrika Tengah, Vietnam, dan Haiti.

Jika kita melihat tingkat kematian, kita melihat penurunan yang signifikan sejak 1990-terutama di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah. Di Bangladesh dan Cina, misalnya, tarif telah turun lebih dari dua pertiga selama periode ini.

Informasi tambahan

Api

Di peta kita melihat tingkat kematian dari api di seluruh dunia.

Sebagian besar negara di seluruh Amerika, Eropa Barat, Asia Timur dan Oceania rata -rata kematian di bawah 2 per 100.000. Tarif di seluruh wilayah lain biasanya lebih tinggi pada 2-6 per 100.000. Jika dilihat melalui waktu kita melihat penurunan tingkat kematian api yang penting, khususnya di seluruh Afrika sub-Sahara dan Eropa Timur. & NBSP;

Informasi tambahan

Terorisme

Terorisme & nbsp; didefinisikan & nbsp; dalam kamus Oxford sebagai “penggunaan kekerasan dan intimidasi yang melanggar hukum, terutama terhadap warga sipil, dalam mengejar tujuan politik.” Kami dengan cepat melihat bahwa definisi ini tidak spesifik dan subyektif.9 Dalam artikel lengkap kami tentang terorisme kami melihat definisi yang diadopsi, dan bagaimana hal itu dibedakan dari bentuk kekerasan lainnya.

Di peta kita melihat tingkat kematian akibat terorisme di seluruh dunia.

Kematian oleh Hewan

Nyamuk sejauh ini adalah hewan paling mematikan di dunia

Sekitar 1,5 juta orang dibunuh oleh hewan setiap tahun.

Lebih dari setengah juta dibunuh oleh manusia lain – in & nbsp; perang, & nbsp; pembunuhan, dan & nbsp; terorisme. Dan hampir satu juta orang dibunuh oleh hewan lain di tahun tertentu.10 & nbsp;

Nyamuk, sejauh ini, adalah hewan paling mematikan di dunia bagi manusia: Di perkiraan 780.000 meninggal karena penularan penyakit karena nyamuk pada 2016. Kematian nyamuk adalah jumlah kematian (dalam rangka, tertinggi ke terendah) dari: malaria, demam berdarah, Jepang Ensefalitis, demam kuning, virus Zika, Chikungunya, virus Nil Barat, dan filariasis limfatik, yang merupakan vektor.

Perkiraan jumlah kematian manusia global oleh hewan, baik dari kontak/serangan langsung atau penularan penyakit.

Apakah berita mencerminkan dari apa kita mati?

Salah satu motivasi utama untuk pekerjaan kita di dunia kita dalam data adalah untuk memberikan gambaran berbasis fakta tentang dunia tempat kita hidup-perspektif yang mencakup perubahan persisten dan jangka panjang yang berjalan sebagai latar belakang kehidupan kita sehari-hari. Kami bertujuan untuk memberikan pelengkap untuk pelaporan cepat yang kami lihat dalam berita. Media memberikan snapshot hampir tidak stabil dari peristiwa tunggal; Peristiwa yang, dalam banyak kasus, negatif. Tren kemajuan skala besar yang terus-menerus tidak pernah menjadi berita utama.

Tetapi apakah ada bukti bahwa ada pemutusan seperti itu antara apa yang kita lihat dalam berita dan apa kenyataan bagi kebanyakan dari kita?

Satu studi berusaha untuk melihat ini dari perspektif dari apa kita mati: adalah apa yang sebenarnya kita mati karena tercermin dalam liputan media yang diterima topik -topik ini? 11

Untuk menjawab ini, Shen dan timnya membandingkan empat sumber data utama:

  • Penyebab Kematian di AS (statistik yang diterbitkan oleh CDC’s Wonder Public Health Database)
  • Tren pencarian Google untuk penyebab kematian (bersumber dari tren Google)
  • menyebutkan & nbsp; penyebab kematian di New York Times (bersumber dari database artikel NYT)
  • menyebutkan penyebab kematian di surat kabar Guardian (bersumber dari database artikel Guardian)

Untuk setiap sumber, penulis menghitung bagian relatif dari kematian, bagian pencarian Google, dan bagian dari liputan media. Mereka membatasi penyebab yang dipertimbangkan untuk 10 penyebab kematian di AS dan juga termasuk terorisme, pembunuhan, dan overdosis obat. & NBSP; ini memungkinkan kami untuk membandingkan representasi relatif di berbagai sumber.12

Dari apa kita mati; apa yang kita google; Apa yang kita baca di berita

Jadi, seperti apa hasilnya? Di bagan di sini saya menyajikan perbandingan.

Kolom pertama mewakili bagian kematian masing -masing penyebab; yang kedua bagian pencarian Google masing -masing menerima; Ketiga, artikel relatif menyebutkan di New York Times; & nbsp; dan akhirnya artikel menyebutkan di & nbsp; The Guardian.

Liputan di kedua surat kabar di sini sangat mirip. Dan perbedaan antara apa yang sebenarnya kita mati dan apa yang kita dapatkan diinformasikan di media adalah apa yang menonjol:

  • Sekitar sepertiga dari penyebab kematian yang dipertimbangkan akibat penyakit jantung, namun penyebab kematian ini hanya menerima 2-3 persen dari pencarian Google dan liputan media;
  • Hanya di bawah sepertiga dari kematian datang dari kanker; Kami benar -benar banyak kanker Google (37 persen pencarian) dan ini adalah entri populer di sini di situs kami; tetapi hanya menerima 13-14 persen liputan media;
  • Kami mencari insiden jalan lebih sering daripada bagian kematian mereka; Namun, mereka menerima lebih sedikit perhatian dalam berita;
  • Ketika datang ke kematian akibat stroke, pencarian Google dan liputan media secara mengejutkan seimbang;
  • Perbedaan terbesar menyangkut bentuk -bentuk kematian yang kejam: bunuh diri, pembunuhan dan terorisme. Ketiganya menerima perhatian yang jauh lebih relatif dalam pencarian Google dan liputan media daripada bagian relatif kematian mereka. Ketika datang ke liputan media tentang penyebab kematian, kematian kekerasan menyumbang lebih dari dua pertiga dari cakupan di New York Times dan The Guardian tetapi menyumbang kurang dari 3 persen dari total kematian di AS.

Yang menarik adalah bahwa apa yang dicari orang Amerika di Google adalah cerminan yang jauh lebih dekat dari apa yang membunuh kita daripada apa yang disajikan di media. Salah satu cara untuk memikirkannya adalah bahwa outlet media dapat menghasilkan konten yang menurut mereka paling tertarik, tetapi ini tidak selalu tercermin dalam preferensi kita ketika kita mencari informasi sendiri.

[Mengklik visualisasi akan membukanya dalam resolusi yang lebih tinggi; & nbsp; grafik menunjukkan ringkasan untuk tahun 2016, tetapi grafik interaktif untuk semua tahun yang tersedia tersedia di akhir blog ini.13]

Seberapa kelebihan atau kurang terwakili kematian di media?

Seperti yang dapat kita lihat dengan jelas dari grafik di atas, ada keterputusan antara apa yang kita mati, dan berapa banyak liputan yang terjadi di media. Cara lain untuk merangkum perbedaan ini adalah dengan menghitung bagaimana setiap atau kurang terwakili setiap penyebab di media. Untuk melakukan ini, kami cukup menghitung rasio antara bagian kematian dan bagian dari liputan media untuk setiap penyebab.

Dalam bagan ini, kita melihat bagaimana setiap atau kurang terwakili setiap penyebab dalam liputan koran.14 Penyebab yang ditunjukkan dengan warna merah terlalu terwakili di media; Mereka yang berwarna biru kurang terwakili. Angka -angka menunjukkan faktor yang dengannya mereka salah diartikan.

Yang menonjol di sini-saya harus melanggar skala pada sumbu y karena beberapa pesanan besarnya lebih tinggi dari yang lainnya-adalah terorisme: itu terlalu terwakili di & nbsp; berita dengan hampir 4000.

Pembunuhan juga sangat terwakili dalam berita, dengan faktor 31. Yang paling kurang terwakili di media adalah penyakit ginjal (11 kali lipat), penyakit jantung (10 kali lipat), dan, mungkin mengejutkan, overdosis obat (7 kali lipat) . Stroke dan diabetes adalah dua penyebab yang paling diwakili secara akurat.

[Mengklik visualisasi akan membukanya dalam resolusi yang lebih tinggi].

Haruskah paparan media mencerminkan dari apa kita mati?

Dari perbandingan di atas, jelas bahwa berita itu tidak mencerminkan dari apa kita mati. Tetapi ada pertanyaan penting lainnya: & nbsp; haruskah ini representatif?

Ada beberapa alasan kami akan, atau harus, mengharapkan apa yang kami baca online, dan apa yang tercakup dalam media tidak akan sesuai dengan apa yang sebenarnya kami mati.

Yang pertama adalah bahwa kami berharap ada beberapa aspek pencegahan untuk informasi yang kami akses. Ada argumen kuat bahwa hal -hal yang kami cari dan mendapatkan informasi tentang mendorong kami untuk mengambil tindakan yang & nbsp; mencegah kematian lebih lanjut. Ada beberapa contoh di mana saya bisa membayangkan ini benar. Orang yang khawatir tentang kanker dapat mencari bimbingan secara online tentang gejala dan diyakinkan untuk menemui dokter mereka. Beberapa orang dengan pikiran bunuh diri dapat mencari bantuan dan dukungan online yang kemudian mengakibatkan kematian yang dihindari karena bunuh diri. Karena itu kami berharap bahwa baik yang dimaksudkan atau paparan informasi yang tidak diinginkan pada topik -topik tertentu dapat mencegah kematian dari penyebab tertentu. Oleh karena itu, beberapa ketidakseimbangan dalam proporsi relatif masuk akal. Tetapi jelas ada beberapa bias dalam keprihatinan kita: kebanyakan orang meninggal karena penyakit jantung (karenanya itu harus menjadi sesuatu yang menjadi perhatian kita) namun hanya sedikit minoritas yang mencari informasi [yang mungkin preventif] secara online.

Kedua, penelitian ini berfokus pada dari apa orang di AS mati, bukan dari apa yang orang di seluruh dunia meninggal. Apakah liputan media lebih mewakili kematian global? Tidak terlalu. Dalam posting blog lain, ‘Apa dunia mati?‘, Saya melihat secara rinci peringkat penyebab kematian secara global dan oleh negara. Peringkat relatif kematian di AS mencerminkan rata -rata global: kebanyakan orang meninggal karena penyakit jantung dan kanker, dan terorisme peringkat terakhir atau kedua (bersama bencana alam). Terorisme menyumbang 0,06 persen dari kematian global pada tahun 2016. Sementara kami mengharapkan peristiwa non-AS untuk tampil di & nbsp; The New York Times, & NBSP; berita global seharusnya tidak secara substansial mempengaruhi cakupan penyebab yang representatif.

Yang ketiga berkaitan dengan sifat berita: ini berfokus pada peristiwa dan cerita. Sementara saya sering mengkritik pesan dan narasi yang digambarkan di media, saya memiliki simpati untuk apa yang mereka pilih untuk dibahas. Pelaporan menjadi semakin cepat. Sebagai konsumen berita, harapan kami dengan cepat bergeser dari setiap hari, setiap jam, hingga pembaruan menit demi menit tentang apa yang terjadi di dunia. Gabungkan ini dengan ketertarikan kami pada cerita dan narasi. Tidak mengherankan bahwa media berfokus pada laporan peristiwa tunggal (secara negatif negatif): kasus pembunuhan atau serangan teroris. Penyebab kematian yang paling kurang terwakili di media adalah penyakit ginjal. Tetapi dengan audiensi yang mengharapkan umpan cakupan menit demi menit, berapa banyak yang bisa dikatakan tentang penyakit ginjal? Tanpa menaklukkan paksaan kami untuk kisah terbaru yang tidak biasa, kami tidak dapat mengharapkan representasi ini menjadi seimbang dengan sempurna.

Cara memerangi bias kita untuk acara tunggal

Media dan konsumennya terjebak dalam siklus penguat. Laporan berita tentang peristiwa yang melanggar, yang sering didasarkan pada cerita yang menarik. Konsumen ingin tahu apa yang terjadi di dunia & nbsp; – Kami dengan cepat tenggelam oleh tajuk terbaru. Kami datang untuk mengharapkan pembaruan berita dengan frekuensi yang meningkat, dan saluran media memiliki insentif yang jelas untuk disampaikan. Ini mengunci kita ke dalam siklus harapan dan cakupan dengan bias yang kuat untuk peristiwa outlier. Sebagian besar dari kita dibiarkan dengan persepsi yang miring tentang dunia; kami pikir dunia jauh lebih buruk dari itu.15we are quickly immersed by the latest headline. We come to expect news updates with increasing frequency, and media channels have
clear incentives to deliver. This locks us into a cycle of expectation and coverage with a strong bias for outlier events. Most of us are left with a skewed perception of the world; we think the world is much worse than it is.15

Tanggung jawab dalam melanggar siklus ini terletak pada produsen media dan konsumen. Apakah kita akan berhenti melaporkan dan membaca berita terbaru? Tidak sepertinya. Tetapi kita semua bisa lebih sadar tentang bagaimana kita membiarkan berita ini membentuk pemahaman kita tentang dunia.

Dan jurnalis dapat melakukan jauh lebih baik dalam memberikan konteks tren yang lebih luas: jika melaporkan pembunuhan, misalnya, termasuk konteks bagaimana tingkat pembunuhan berubah dari waktu ke waktu.16

Sebagai konsumen media, kita dapat lebih sadar akan fakta bahwa mengandalkan liputan berita 24/7 saja tidak cukup untuk memahami keadaan dunia. Ini mengharuskan kita untuk memeriksa bias kita (yang sering tidak disadari) untuk narasi tunggal dan mencari sumber yang memberikan perspektif berbasis fakta tentang dunia.

Penangkal berita ini adalah apa yang kami coba sediakan di dunia kami dalam data. Itu harus dapat diakses oleh semua orang, itulah sebabnya pekerjaan kami sepenuhnya akses terbuka. Apakah Anda seorang produsen atau konsumen media, jangan ragu untuk mengambil dan menggunakan apa pun yang Anda temukan di sini.

Informasi tambahan

Dalam artikel ini kami sangat bergantung pada perkiraan yang disajikan dalam studi Global Burden of Disease (GBD) yang diproduksi di bawah kepemimpinan Institute for Health Metrics and Evaluation. Studi ini diterbitkan di Lancet di thelancet.com/gbd dan merupakan yang paling diperbarui; luas; dan analisis paling mendalam dan sintesis penyebab dan faktor risiko kematian di seluruh dunia.

Memperkirakan penyebab kematian

Beban Penyakit Global IHME (GBD) telah mengembangkan pendekatan standar untuk atribusi kematian terhadap penyebab spesifik.17

Metodologi mereka menyatakan bahwa “setiap kematian dikaitkan dengan satu penyebab yang mendasari – penyebab yang memprakarsai serangkaian peristiwa yang mengarah ke kematian – sesuai dengan prinsip -prinsip ICD” .18 Data untuk memperkirakan penyebab kematian jauh dari lengkap, terutama yang lebih miskin Negara -negara, dan untuk estimasi ini oleh karena itu para peneliti perlu mengandalkan berbagai sumber. Sumber -sumber ini termasuk Vital Registration (VR); Autopsi Verbal (VA); data pengawasan, sensus dan survei; pendaftar kanker; dan catatan polisi. GBD kemudian mengembangkan standarisasi data dan metodologi pemrosesan di mana mereka mendefinisikan kualitas data dan skor kelengkapan, dan jika diperlukan & nbsp; menyesuaikan kelengkapan dengan 100% menggunakan fraksi penyebab untuk lokasi usia-sex-tahun tertentu dan memperkirakan semua penyebab mortalitas untuk lokasi itu -age-sex-year.

Penilaian GBD sangat terkait dengan kategori penyebab kematian sebagaimana didefinisikan dalam kode Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD), seperti yang digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Langkah penting dalam standardisasi metodologi GBD adalah dalam realokasi kematian yang dikaitkan dalam klasifikasi ICD tanpa penyebab kematian yang mendasarinya (misalnya, kepikunan) yang dapat menjadi penyebab kematian menengah tetapi tidak akhir. Kategori -kategori ini disebut sebagai ‘kode sampah’. GBD mendistribusikan kembali kode sampah ini menggunakan metodologi yang dijelaskan secara rinci dalam Naghavi et al. (2010) .19 Perhatikan bahwa redistribusi ‘kode sampah’ ini dalam beberapa kasus menjelaskan perbedaan dalam perkiraan antara IHME dan siapa, seperti untuk kematian kecelakaan di jalan (dibandingkan di sini).

Analisis tingkat kematian dan tingkat kematian kemudian dilakukan oleh para peneliti GBD di semua lokasi, semua usia, baik jenis kelamin dan untuk periode dari tahun 1990 dan seterusnya berdasarkan & NBSP; Penyebab Model Ensemble Kematian (CODEM). Deskripsi lengkap metodologi GBD dapat ditemukan di sini.

Memperkirakan kematian yang dikaitkan dengan faktor risiko

Memperkirakan faktor -faktor risiko yang terkait dengan jutaan kematian di seluruh dunia adalah tugas yang kompleks & NBSP; – terutama ketika faktor risiko dapat menambah dan secara kolektif mempengaruhi kemungkinan penyakit dan, akhirnya, kematian.

Studi Global Burden of Disease (GBD)-di mana kami sangat mengandalkan dalam artikel ini-memberikan salah satu, jika bukan analisis yang paling mendalam dan sintesis faktor risiko relatif.20

GBD kelompok -kelompok risiko faktor ke dalam empat kategori luas: & nbsp; risiko perilaku, risiko lingkungan, risiko pekerjaan, dan risiko metabolisme.

Alat sentral untuk memperkirakan dampak dari berbagai faktor risiko adalah kerangka kerja konseptual penilaian risiko komparatif (CRA) yang merinci bagaimana berbagai faktor risiko mempengaruhi hasil kesehatan dan akhirnya kematian. Misalnya, ada bukti hubungan antara indeks massa tubuh yang lebih tinggi (BMI) dan risiko beberapa penyakit tidak menular (NCD) termasuk penyakit kardiovaskular, stroke iskemik dan beberapa kanker.22

Pasangan hasil risiko seperti itu (mis. BMI tinggi dan stroke iskemik) dibentuk berdasarkan bukti dari studi kohort, uji coba acak, dan studi kasus-kontrol.

Poin kunci untuk ditekankan adalah bahwa mengaitkan kematian dengan faktor risiko tentu menyiratkan membuat asumsi tentang besarnya dampak kausal yang dimiliki masing -masing faktor pada probabilitas kematian, segala sesuatu yang lain sama. & NBSP; menetapkan dampak kausal dengan cara ini sulit. Studi GBD bergantung pada bukti canggih dari kohort, studi kasus dan uji coba, tetapi mengekstrapolasi dari bukti ini masih membutuhkan asumsi, dengan margin kesalahan tersirat. Seiring kemajuan penelitian ilmiah, bukti baru menjadi tersedia – perkiraan dari studi GBD beradaptasi, dan menjadi lebih tepat ketika penelitian akademik baru muncul.

Estimasi faktor risiko yang disajikan dalam entri ini mewakili ‘beban yang disebabkan’

Setelah pasangan hasil-risiko telah diidentifikasi, bagaimana IHME mulai mengukur beban penyakit atau jumlah kematian yang dikaitkan dengan setiap risiko?

CRA dapat digunakan untuk dua jenis penilaian yang berbeda, beban yang dapat disebabkan dan beban yang dapat dihindari:

  • Beban yang dapat dihindari mewakili potensi beban yang dihindari di masa depan jika paparan populasi terhadap faktor risiko adalah untuk beralih ke tingkat paparan kontrafaktual (misalnya, dari tingkat saat ini ke skenario di masa depan di mana merokok tembakau dihilangkan).avoidable burden represents the potential burden avoided in the future if population exposure to a risk factor was to shift to a counterfactual level of exposure (for example, from its current level to a future scenario where tobacco smoking was eliminated).
  • Beban yang diatribusikan adalah perkiraan pengurangan jumlah kematian yang akan dicapai jika faktor risiko yang diekspos suatu populasi telah dihilangkan (dalam kasus merokok tembakau, misalnya) atau dikurangi menjadi optimal, sehat, sehat, sehat level (dalam kasus indeks massa tubuh). Ini memperkirakan jumlah kematian yang terkait dengan faktor risiko sebagai perbedaan antara dunia ideal hipotetis tanpa paparan faktor risiko yang relevan dengan paparan aktual terhadap faktor risiko. Metodologi ini dapat diterapkan untuk jumlah kematian saat ini yang terkait dengan faktor risiko yang berbeda dan dalam analisis historis di masa lalu. Data yang disajikan dalam artikel ini di sini adalah bahwa dari & nbsp; beban yang dapat diatribusikan.attributable burden is an
    estimation of the reduction of the number of deaths that would have been achieved if the risk factors to which a population is exposed had been eliminated (in the case of tobacco smoking, for example) or reduced to an optimal, healthy level (in the case of body-mass index). It estimates the number of deaths associated with a risk factor as the difference between a hypothetical ideal world with no exposure to relevant risk factors with the actual exposure to risk factors. This methodology can be
    applied for the current number of deaths associated with different risk factors and in historical analyses of the past. The data presented in this article here is that of the attributable burden.

Estimasi beban yang diatribusikan secara efektif menjawab pertanyaan: “Apa jumlah kematian dari penyebab kematian tertentu – mis. Stroke atau kanker tertentu-jika indeks massa tubuh (BMI) semua orang dikurangi menjadi tingkat yang optimal dan sehat? ” Tingkat sehat/optimal ini didefinisikan sebagai ‘Tingkat Paparan Risiko Minimum Teoritis (TMREL)‘. Kohort, studi kasus dan uji coba hubungan paparan risiko yang ditetapkan antara BMI dan stroke iskemik memungkinkan untuk perhitungan pengurangan kematian yang akan terjadi jika BMI dikurangi ke tingkat yang sehat di seluruh distribusi populasi. Hubungan ini dapat dibangun oleh kelompok demografis tertentu, seperti jenis kelamin atau usia. Perbedaan antara jumlah kematian akibat stroke iskemik yang akan terjadi di TMREL dan pada distribusi BMI yang sebenarnya diberikan sebagai jumlah kematian yang dikaitkan dengan BMI tinggi dari stroke iskemik.theoretical minimum risk exposure level (TMREL)‘. Cohort, case studies and trials of established risk-exposure relationships between BMI and ischemic stroke allow for the calculation of the reduction in deaths which would have occurred if BMI was reduced to a healthy level across the population distribution. This relationship can be established by specific demographic groups, such as by sex or age. The difference between the number of deaths from ischemic stroke
which would have occurred at the TMREL and at the actual BMI distribution is given as the number of deaths attributed to high BMI from ischemic stroke.

Dengan menyelesaikan proses ini untuk semua pasangan hasil-hasil, IHME dapat menyimpulkan untuk memperkirakan jumlah total kematian yang dikaitkan dengan BMI tinggi, dan direplikasi untuk semua faktor risiko menggunakan kurva paparan risiko-risiko masing-masing.

Jumlah kematian yang dikaitkan dengan faktor risiko yang berbeda tidak dapat disimpulkan

Perhatikan bahwa proses estimasi ini bukan aditif; Dengan kata lain, hubungan spesifik risiko ini tidak menjelaskan efek peracikan dari beberapa faktor risiko. BMI yang tinggi, misalnya, mungkin ada dengan faktor gaya hidup lain seperti tingkat aktivitas fisik yang rendah, tekanan darah tinggi, asupan buah dan sayuran rendah. Semua perkiraan ini dikembangkan secara independen. Karena itu kami tidak dapat menjumlahkan semua ‘kematian yang dikaitkan’ dan menyimpulkan bahwa ini adalah jumlah kematian yang sebenarnya. Jumlah kematian yang dikaitkan dengan faktor risiko dalam banyak kasus melebihi mereka karena penyebab kematian.

Misalnya, bagan di sini menunjukkan faktor risiko penyakit kardiovaskular. 18 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular pada tahun 2017. Namun, jika Anda menyimpulkan kematian yang disebabkan oleh faktor risiko individu, mereka akan menambahkan lebih dari 18 juta. Alasannya adalah karena faktor -faktor risiko ini dihitung secara individual dan pengukuran tidak memperhitungkan efek peracikan dari beberapa faktor risiko. Misalnya. Orang yang makan lebih sedikit biji -bijian dan buah -buahan juga cenderung memiliki diet dengan proporsi asam lemak olahan yang lebih tinggi dan proporsi serat yang lebih rendah.

Penjelasan metodologis lengkap dari pendekatan IHME terhadap atribusi faktor risiko dapat ditemukan di sini.

Kelengkapan pendaftaran penyebab kematian

Peta interaktif ini menunjukkan bagian kematian yang memiliki penyebab informasi kematian dicatat.

Ini dihitung sebagai jumlah kematian yang telah didaftarkan dengan informasi sebab-kematian dalam sistem pendaftaran vital suatu negara, dibagi dengan total kematian yang diharapkan pada tahun tertentu. Kematian yang diharapkan diperkirakan oleh Organziasi Kesehatan Dunia (WHO) berdasarkan perubahan dalam mortalitas dan tren demografis di negara tertentu.

Sumber data

Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME), Global Burden of Disease (GBD)

  • Data: Tingkat Kematian, jumlah absolut kematian prematur dan dalys di semua faktor risiko dan penyebab Death rates, absolute number of premature deaths and DALYS across all risk factors and causes
  • Cakupan Geografis: Global, di semua wilayah dan negara Global, across all regions and countries
  • Rentang Waktu: Sebagian besar metrik tersedia sejak tahun 1990 dan seterusnya Most metrics available from 1990 onwards
  • Tersedia di: & nbsp; online di siniOnline here

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Global Health Observatory (GHO)

  • Data: Penyebab kematian khusus berdasarkan usia dan jenis kelamin Causes-specific mortality by age and sex
  • Cakupan Geografis: Global, menurut wilayah dan negara Global, by region and by country
  • Rentang Waktu: Sebagian besar metrik yang tersedia mulai tahun 2000 dan seterusnya dalam incrememnts 5 tahun Most metrics available from 2000 onwards in 5-year incrememnts
  • Tersedia di: & nbsp; online di siniOnline here

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Global Health Observatory (GHO)

  • Data: Penyebab kematian khusus berdasarkan usia dan jenis kelamin: Terrorist attacks with 45-120 variables for each, including number of fatalities, injuries, weapons used, and perpetrators
  • Cakupan Geografis: Global, menurut wilayah dan negara Global by country
  • Rentang Waktu: Sebagian besar metrik yang tersedia mulai tahun 2000 dan seterusnya dalam incrememnts 5 tahun 1970 onwards
  • Global Terrorism Database (GTD)
    http://www.start.umd.edu/gtd/

Data: Serangan teroris dengan 45-120 variabel untuk masing-masing, termasuk jumlah kematian, cedera, senjata yang digunakan, dan pelaku

  • Cakupan Geografis: Global berdasarkan Negara: International reports of executions
  • Cakupan Geografis: Global, menurut wilayah dan negara Global by country
  • Rentang Waktu: Sebagian besar metrik yang tersedia mulai tahun 2000 dan seterusnya dalam incrememnts 5 tahun 2007 onwards
  • Global Terrorism Database (GTD) https://www.amnesty.org/en/what-we-do/death-penalty/

Data: Serangan teroris dengan 45-120 variabel untuk masing-masing, termasuk jumlah kematian, cedera, senjata yang digunakan, dan pelaku

Overdosis yang disengaja.Seperti yang disiratkan klasifikasi CDC, overdosis obat dan keracunan hampir selalu merupakan konsekuensi yang tidak diinginkan dari penyalahgunaan zat.. As the CDC’s classification implies, drug overdoses and poisonings are almost always unintended consequences of substance abuse.

Apa 10 kematian terkemuka teratas?

Penyebab utama kematian di seluruh dunia..

penyakit jantung..

stroke..

infeksi pernapasan bawah ..

kanker paru-paru..

diabetes..

Penyakit dan demensia Alzheimer ..

diarrhea..

Apa penyebab utama kematian di AS CDC?

Cedera dan kekerasan adalah penyebab utama kematian |Pusat Cedera |CDC. Are Leading Causes of Death | Injury Center | CDC.

Saya berharap semoga jawaban tentang 100 penyebab kematian teratas di AS 2022 di atas ada manfaatnya bagi tante dan om semua.

Kalau kamu butuh bantuan lain,Agan dan sista bisa hubungi kami via form kontak kami.

100 penyebab kematian teratas di AS 2022 | admin | 4.5